Literasi dan AI Jadi Tantangan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA
- 22 Jun 2026 18:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMA menghadapi tantangan yang semakin kompleks karena perkembangan teknologi dan perubahan pola belajar generasi muda. Pada jenjang ini, siswa dituntut mampu menggunakan bahasa sebagai sarana berpikir kritis, bernalar, dan mengembangkan gagasan secara mendalam.
Guru Bahasa Indonesia di SMA IT Fajar Ilahi Batam, Fernanda Dafittra, S.Pd., dalam Obrolan Komunitas Pro 1, Kamis 11 Juni 2026 mengatakan bahwa tantangan terbesar adalah mengubah pandangan siswa yang menganggap Bahasa Indonesia sebagai pelajaran yang mudah. “Bahasa Indonesia bukan hanya mata pelajaran, tetapi keterampilan hidup,” kata Fernanda.
Menurutnya, kemampuan memahami teks, menyusun argumentasi, dan menulis karya ilmiah memerlukan penguasaan yang tidak sederhana. “Kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan secara baik akan sangat menentukan keberhasilan siswa di masa depan,” ujarnya.
Pria asal Batam yang sedang menempuh pendidikan Magister Pendidikan Bahasa Indonesia di FKIP UNS ini menjelaskan perkembangan teknologi digital membuat sebagian siswa lebih terbiasa mengonsumsi informasi singkat dari media sosial. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya minat membaca teks panjang dan mendalam sehingga guru dituntut menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif.
Kemunculan kecerdasan buatan (AI) menghadirkan tantangan baru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena guru harus mendorong siswa tetap berpikir mandiri dan menghasilkan ide orisinal. “Di era AI, yang paling penting bukan sekadar menghasilkan tulisan, tetapi bagaimana siswa mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menyampaikan ide mereka sendiri secara bertanggung jawab,” ucapnya.
Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA juga memiliki peran strategis dalam mempersiapkan siswa memasuki perguruan tinggi dan dunia kerja. Keterampilan menulis laporan, membuat karya ilmiah, serta berkomunikasi secara profesional menjadi bekal penting bagi peserta didik.
Keberagaman kemampuan siswa dalam satu kelas menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru dituntut menciptakan suasana belajar yang inklusif dan mampu mendorong partisipasi serta keberanian berpikir kritis.
Pada akhirnya, pembelajaran Bahasa Indonesia diharapkan mampu melahirkan generasi yang literat, kritis, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan zaman. “Kemampuan berbahasa yang baik adalah bekal penting untuk menghadapi derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi,” kata Fernanda. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....