Peran Oktan dalam Bahan Bakar Minyak
- 31 Mar 2026 23:44 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Penggunaan bahan bakar minyak sering menjadi perdebatan di kalangan pengguna kendaraan. Sebagian menganggap oktan tinggi membuat lebih irit, padahal realitanya tidak sesederhana itu.
Ahli Konversi Energi Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung, Tri Yuswidjajanto, menjelaskan bahwa efisiensi konsumsi BBM sangat bergantung pada kesesuaian antara spesifikasi bahan bakar dan mesin kendaraan. Ia menambahkan, setiap mesin kendaraan telah dirancang dengan kebutuhan oktan tertentu.
Selain faktor efisiensi, penggunaan BBM yang tepat juga berdampak pada emisi gas buang. Pembakaran yang lebih sempurna akan menghasilkan emisi yang lebih rendah dan lebih ramah lingkungan.
Sebagai catatan, Oktan BBM merupakan ukuran yang menunjukkan kemampuan bahan bakar bensin dalam menahan gejala knocking atau ngelitik saat proses pembakaran di dalam mesin. Secara teknis, angka oktan menggambarkan seberapa besar tekanan yang bisa ditahan bensin sebelum terbakar dengan sendirinya tanpa percikan api dari busi.
Semakin tinggi angka oktan, semakin stabil proses pembakaran yang terjadi di ruang mesin. Sebaliknya, bahan bakar dengan oktan rendah cenderung lebih mudah terbakar sebelum waktunya, sehingga berpotensi menimbulkan knocking yang dapat menurunkan performa mesin.
Kondisi tersebut membuat setiap kendaraan memiliki kebutuhan oktan yang berbeda, tergantung pada rasio kompresi mesin. Mesin dengan kompresi tinggi umumnya membutuhkan bahan bakar beroktan lebih tinggi agar proses pembakaran berlangsung optimal, efisien, dan tidak merusak komponen mesin dalam jangka panjang.
Dengan demikian, penggunaan BBM beroktan tinggi belum tentu membuat kendaraan lebih irit, saat tidak sesuai dengan spesifikasi mesin. Kunci utamanya tetap mengikuti rekomendasi pabrikan agar performa, efisiensi, dan emisi tetap optimal. (Rifqi Nadhif)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....