Waspada Hoaks Tautan Pendaftaran THR ASN 2026 di Media Sosial
- 30 Mar 2026 18:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Beredar unggahan hoaks dari akun Facebook "Program Bantuan Ramadhan 1447 H" yang mencatut nama pemerintah terkait pendaftaran THR ASN 2026. Unggahan tersebut menyertakan tautan eksternal dan mewajibkan calon penerima mendaftarkan data pribadi secara daring.
Dikutip dari website TurnBackHoax, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo menemukan bahwa tautan tersebut mengarah ke formulir digital ilegal yang meminta data sensitif. Masyarakat diminta waspada karena pengisian nama, alamat, hingga nomor Telegram tersebut terindikasi sebagai upaya penipuan.
| Baca juga: Hoaks Lowongan Kerja BSI 2026 di TikTok |
Berdasarkan penelusuran fakta, mekanisme pencairan THR dilakukan secara otomatis melalui transfer langsung ke rekening masing-masing penerima. Pemerintah menegaskan tidak ada prosedur pendaftaran tambahan melalui situs web atau formulir pihak ketiga mana pun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk THR tahun ini. Dana tersebut dialokasikan bagi ASN, PPPK, TNI/Polri, serta para pensiunan yang dijadwalkan cair menjelang Idulfitri.
| Baca juga: Penipuan Lowongan Kerja Alfamidi di TikTok |
Meskipun besaran anggaran yang disebutkan benar, narasi mengenai kewajiban mendaftar melalui tautan adalah murni manipulasi. Informasi resmi mengenai teknis pencairan hanya dirilis melalui kanal komunikasi kementerian terkait dan instansi resmi.
Situs yang dicantumkan dalam unggahan Facebook tersebut dikategorikan sebagai fabricated content atau konten palsu. Tujuannya diduga kuat untuk mencuri data pribadi pengguna dengan memanfaatkan momentum pencairan bantuan hari raya.
Masyarakat dihimbau untuk selalu melakukan verifikasi ulang terhadap setiap informasi bantuan pemerintah melalui mesin pencari atau situs resmi kementerian. Jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal atau melalui platform media sosial yang tidak terverifikasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....