Wawali Solo Buka Langsung Acara Februari Kasih Inklusif 2026

  • 24 Feb 2026 02:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Wakil Wali Kota (Wawali) Solo, Astrid Widayani membuka acara Februari Kasih Inklusif 2026 yang diprakarsai Forkesi Surakarta bekerja sama dengan Solo Art Market pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Acara ini sekaligus juga sebagai penegas komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam memperkuat kota yang inklusif dan ramah disabilitas. Dalam sambutannya, Astrid menegaskan bahwa inklusi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan arah pembangunan kota.

"Hari ini kita tidak sekadar membuka sebuah kegiatan seni. Kita sedang menegaskan komitmen Kota Surakarta sebagai kota yang berpihak pada inklusi, kesetaraan, dan keadilan sosial. Inklusi bukan kegiatan seremonial. Inklusi adalah kebijakan, sistem, dan arah pembangunan," kata Astrid Widayani.

Wawali Solo ini juga terlihat turun langsung berinteraksi dengan para penyandang disabilitas, menyapa peserta pameran karya, berdialog dengan pelaku UMKM disabilitas, serta mengapresiasi karya seni yang ditampilkan.

Dirinya memastikan bahwa Pemerintah Kota akan terus memberikan ruang publik dan ruang kreatif serta aksesibel bagi semua warga. Sehingga tidak ada kesenjangan satu sama lain.

Ditambahkan Astrid Widayani, bahwa anak-anak disabilitas bukan kelompok rentan yang harus dikasihani, melainkan adalah bagian dari kekuatan kota, talenta, inspirasi, dan masa depan Solo.

"Anak-anak disabilitas bukan kelompok rentan yang harus dikasihani. Mereka adalah bagian dari kekuatan kota ini, talenta, inspirasi, dan masa depan Surakarta. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Inklusi harus menjadi budaya," katanya menambahkan.

Pada kesempatan ini juga, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Forkesi Surakarta dengan Karavan FM terkait dukungan media untuk menyebarluaskan kegiatan Forkesi.

Selain itu, Forkesi juga menandatangani MoU dengan ISI Solo guna memperkuat dukungan seni dan budaya inklusif. Forkesi Surakarta sendiri merupakan forum kolaborasi yang berfokus pada gerakan seni dan pemberdayaan inklusif, menghadirkan ruang perjumpaan bagi penyandang disabilitas untuk berekspresi dan berkembang. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....