Penataan Sampah di Surakarta
- 15 Feb 2026 07:09 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Permasalahan bau limbah kembali terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo yang berlokasi di Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta. Bau menyengat dari tumpukan sampah dikeluhkan warga karena mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut disampaikan Andri Priyanto Ketua RW 39 Mojosongo, saat menjadi narasumber dalam program acara Bincang Pagi RRI Surakarta Rabu, 11 Februari 2026, dipandu oleh Riandani Surya.
Keluhan paling banyak disampaikan oleh warga yang permukimannya berada di jalur keluar masuk truk sampah. “Memang benar, beberapa hari ini bisa dikatakan mulai hari minggu kemarin, sampai mungkin hari ini juga, antrian truk sampah yang sangat panjang memang masih terjadi sampai hari ini masih terjadi " ujarnya.
Masyarakat menilai bau limbah semakin kuat dalam beberapa hari terakhir, dan berharap adanya tindakan cepat Pemerintah Surakarta untuk mengurangi dampak pencemaran udara tersebut. "Sebagai bentuk protes, kami sempat melakukan penutupan jalan yang biasa dilalui truk sampah, terkhusus yang dekat kawasan permukiman warga, sebagai bentuk penyampaian aspirasi warga yang merasa terdampak langsung, " kata Andri.
| Baca juga: Umpan Alami Penjebak Tikus Paling Efektif |
Permasalahan ini terjadi di tengah tingginya volume sampah di Kota Surakarta yang mencapai sekitar 300 ton lebih per hari. Sekitar 30 persen sampah telah dikelola melalui berbagai metode pengolahan, sedangkan 70 persen sisanya masih berada di lokasi TPA Putri Cempo. Dari jumlah tersebut, sekitar 100 ton sampah masuk ke TPA Putri Cempo setiap harinya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Surakarta, Herwin Tri Haryanto, mengatakan, kendala utama berasal dari kerusakan sejumlah alat berat penunjang utama dalam proses pengelolaan sampah, sehingga aktivitas pengangkutan, penataan, dan pemrosesan tidak dapat berjalan secara optimal. Kerusakan ini menyebabkan proses penanganan dan penataan sampah menjadi terhambat, akibatnya penumpukan sampah semakin sulit dikendalikan dan bau limbah sampah semakin menyebar.
"Untuk menanggulangi kondisi tersebut, truk pengangkut sampah menuju TPA Putri Cempo sempat diliburkan sementara waktu. Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi beban penumpukan sampah di lokasi Putri Cempo, untuk memberi waktu perbaikan alat berat agar dapat kembali beroperasi, "ucapnya.
Pemerintah Kota Surakarta bergerak cepat dengan mengirimkan alat berat tambahan ke lokasi TPA Putri Cempo “Penanganan cepatnya pak wali sudah mengirimkan beberapa alat berat dan kemarin secara efektif sudah bisa berjalan dengan baik, pengelolaan alat beratnya sudah dipergunakan," katanya.
Penanganan ini diharapkan dapat mempercepat proses pengelolaan sampah dan mengurangi dampak bagi masyarakat. Pengelolaan sampah ke depannya dapat berjalan lebih optimal dan tidak lagi menimbulkan keluhan warga.
( Nur Anisa STABN Raden Wijaya/Magang )
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....