Tingkatkan Kualitas Hidup, Taati Prosedur Sterilisasi Kucing

  • 31 Jan 2026 09:31 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sukoharjo - Sterilisasi kucing menjadi salah satu langkah penting dalam pengendalian populasi dan peningkatan kesejahteraan hewan. Tindakan sterilisasi mini dilakukan dengan syarat medis tertentu agar aman bagi kucing, dengan prosedur yang harus dilakukan.

Drh Adhika Prisca Owner Petshop & Pet Care di Solo Baru Sukoharjo menjelaskan, kucing yang siap disteril harus dalam kondisi sehat secara fisik. “Usia ideal minimal rentang 5 hingga 6 bulan dengan berat badan umumnya di atas 2 kilogram. Tidak boleh dalam keadaan sakit atau mengalami dehidrasi. Khusus kucing betina, sterilisasi tidak dianjurkan saat sedang birahi aktif atau dalam kondisi hamil karena berisiko meningkatkan perdarahan saat operasi,” kata dokter Prisca..

Sebelum tindakan dilakukan, dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan kucing layak menjalani anestesi. Pemeriksaan meliputi kondisi umum tubuh, pernapasan, denyut jantung, hingga respons kucing terhadap rangsangan.

Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko selama tindakan medis berlangsung. Persiapan pra operasi juga menjadi hal krusial.

Kucing yang telah di steril memiliki kualitas hidup yang lebih baik. (Foto: RRI/Wiwik)

Drh Prisca menjelaskan bahwa kucing wajib dipuasakan makan selama 8 hingga 10 jam sebelum operasi, sementara air minum biasanya dihentikan 2 hingga 4 jam sebelumnya. “Puasa ini penting untuk mencegah risiko muntah saat anestesi yang dapat membahayakan saluran pernapasan kucing,” ujarnya.

Prosedur sterilisasi dilakukan dengan anestesi umum. Pada kucing jantan, tindakan relatif lebih singkat karena hanya melibatkan pengangkatan testis. Sementara pada kucing betina, prosedur lebih kompleks karena melibatkan pengangkatan ovarium atau rahim sehingga membutuhkan waktu operasi dan pemulihan yang lebih lama.

Pasca operasi, kucing biasanya mengalami efek sisa anestesi berupa mengantuk dan lemas. Prisca menyarankan kucing ditempatkan di ruangan yang tenang, hangat, dan minim aktivitas.

Pemberian makan dilakukan setelah kucing benar-benar sadar penuh, biasanya beberapa jam setelah tindakan selesai.

Perawatan luka menjadi perhatian utama selama masa pemulihan. Pemilik dianjurkan menggunakan E collar untuk mencegah kucing menjilat luka operasi.

Dokter juga akan memberikan obat antibiotik dan pereda nyeri. Ini harus dikonsumsi sesuai aturan hingga tuntas, meski kondisi kucing terlihat sudah membaik.

Dalam jangka panjang, sterilisasi memberikan banyak manfaat bagi kucing, mulai dari menurunkan risiko penyakit pada organ reproduksi, mengurangi perilaku agresif dan kebiasaan kawin berlebihan. Termasuk membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dengan menekan populasi kucing yang tidak terkendali. (Wiwik)

}

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....