Proyek Air Bersih 92 Miliar di Sragen Dimulai, Manfaatkan Air Baku Waduk Gondang

  • 04 Okt 2026 06:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN — Pemerintah pusat menggelontorkan dana sebesar Rp92 miliar untuk membangun jaringan infrastruktur air bersih di Kabupaten Sragen. Proyek strategis nasional ini memanfaatkan sumber air baku dari Waduk Gondang, Kabupaten Karanganyar, dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2027.

Pekerjaan fisik instalasi perpipaan dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) ini dikerjakan oleh PT Gala Karya Gresik selaku rekanan resmi. Berdasarkan kontrak kerja, proyek ini mulai dikerjakan sejak 18 Juni 2026 dan dijadwalkan selesai pada 9 Desember 2027.

Project Manager PT Gala Karya Gresik, RB Surjo Atmodjo, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan kelanjutan dari pembangunan infrastruktur sebelumnya yang membentang dari Waduk Gondang menuju reservoir di Mojokerto, Kedawung, Sragen. Menurutnya, instalasi distribusi air hingga ke sambungan rumah ini membentang sepanjang 21 kilometer dan mencakup sembilan desa.

"Untuk debit air baku dari Waduk Gondang yang diolah dalam IPA berkapasitas 100 liter per detik," ujar RB Surjo Atmodjo saat dijumpai awak media Jumat 2 Oktober 2026.

Pengembangan jaringan air bersih ini menjadi langkah krusial mengingat debit air dari sumur dalam yang semakin berkurang, sehingga pemanfaatan air permukaan seperti waduk kini menjadi alternatif utama.

Proyek ini mencakup cakupan layanan di sembilan desa yang dibagi menjadi dua metode distribusi utama menyesuaikan kontur geografis wilayah. Untuk wilayah yang posisinya lebih rendah dari lokasi IPA menggunakan metode gravitasi yang mencakup Desa Guworejo, Jurangjero, dan Saradan di Kecamatan Karangmalang, serta sebagian wilayah Kelurahan Sine di Kecamatan Sragen Kota.

Sementara itu, untuk wilayah yang posisinya lebih tinggi dari IPA menggunakan metode pompanisasi yang meliputi Desa Kedawung, Karangpelem, dan Celep di Kecamatan Kedawung, serta Desa Jirapan dan Krebet di Kecamatan Masaran.

Pemerintah memastikan bahwa sambungan rumah bagi calon pelanggan by name dan by address yang telah didata oleh PDAM Sragen akan digratiskan karena merupakan bagian dari program pemerintah.

Selain itu, proyek ini menerapkan standar teknologi modern untuk menjamin efisiensi dan kualitas air. Sistem distribusi menggunakan meteran air standar R100 yang dilengkapi teknologi magnetic, serta pipa khusus yang memiliki fleksibilitas tinggi dan dijamin bebas dari kontaminasi. Di samping itu, pembangunan struktur beton IPA dirancang agar dapat dioperasionalkan secara otomatis guna menekan biaya produksi dan menjaga kualitas air yang lebih baik.

Dengan kapasitas debit air baku mencapai 100 liter per detik yang idealnya mampu melayani hingga 8.000 sambungan rumah proyek tahap awal ini ditargetkan mampu melayani 964 sambungan rumah pada tahun 2027.

"Sementara sisa kapasitas potensialnya dipersiapkan untuk pengembangan lanjutan oleh PDAM Sragen di masa mendatang," kata Surjo menambahkan. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....