Dampak Kekeringan, BPBD Boyolali Salurkan Air Bersih

  • 30 Sep 2026 14:18 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memberikan dampak bagi sejumlah wilayah, salah satunya persoalan ketersediaan air bersih. Kondisi ini membuat masyarakat harus menghadapi keterbatasan air untuk kebutuhan sehari-hari.Kondisi kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Boyolali.

Beberapa wilayah, terutama bagian barat dan utara, mengalami kekurangan sumber air akibat musim kemarau panjang.Sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut, BPBD Boyolali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.

“ Kekeringan telah berdampak pada sekitar 13 kecamatan dan 44 desa, dengan lebih dari 11.000 KK atau sekitar 35.000 jiwa terdampak seperti yang disampaikan Ari Wahyu Prabowo, S.STP., M.Si - PLT Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klaten di acara Beranda Astacita Siaran Tanggap Bencana RRI Surakarta.

BPBD telah melakukan dropping air sejak Juni dan menetapkan status siaga darurat sejak Juli. Penanganan dilakukan bersama pemerintah, TNI/Polri, kejaksaan, komunitas, dan pihak lainnya.

Kekeringan di Boyolali tidak hanya menyebabkan krisis air bersih, tetapi juga berdampak pada pertanian dan peternakan. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, air juga dibutuhkan untuk ternak, terutama sapi perah.

“ Sebagian besar pertanian berhenti karena kekurangan air. Kekeringan juga menyebabkan pakan ternak sulit diperoleh dan harganya meningkat, ucap Erik Darmadi - Kades Sukorejo Boyolali.

Harga air tangki sekitar Rp120.000–Rp180.000 per 8.000 liter, tergantung lokasi. Bantuan air masih menjadi solusi jangka pendek, sementara pemerintah dan masyarakat didorong membangun ketahanan air melalui sumur dalam, konservasi, dan pengelolaan sumber air jangka panjang.

Pemerintah melakukan pemetaan melalui geolistrik dan pengeboran sumur dalam, pembangunan jaringan air, serta mendorong konservasi air seperti sumur resapan, biopori, dan penghijauan.Beberapa wilayah memiliki sumber air yang sangat dalam atau berpotensi menghasilkan air payau sehingga membutuhkan pengolahan.BPBD menyiapkan cadangan distribusi air hingga 7–11 juta liter jika kemarau berlangsung lebih panjang.

Masyarakat diminta menghemat air, menjaga sumber daya air dan lingkungan, serta berhati-hati terhadap pembakaran sampah yang dapat memicu kebakaran saat kondisi kering. ( Ria )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....