GPM di Terminal Tirtonadi, 5 Ton Beras dan 720 Botol MinyaKita Ludes
- 16 Sep 2026 22:15 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Terminal Tipe A Tirtonadi Solo mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Lebih dari lima ton beras dan sekitar 720 botol MinyaKita yang disediakan dalam kegiatan tersebut ludes terjual dalam waktu kurang dari dua jam.
Pantauan RRI.co.id di lokasi, Rabu 16 September 2026, masyarakat mulai mengantre sebelum pukul 08.00 WIB untuk membeli berbagai kebutuhan pokok. Komoditas yang tersedia antara lain beras, telur ayam omega, MinyaKita, gula pasir, sayur-mayur, bumbu dapur, dan makanan beku.

GPM berlangsung di pintu masuk sebelah selatan Terminal Tirtonadi Solo dengan melibatkan sejumlah instansi dan pelaku usaha. Kegiatan tersebut bersinergi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dispangtan, Bulog, ID Food, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Perumda Pergudangan dan Aneka Usaha (PAU) Pedaringan, serta UMKM di wilayah Terminal Tirtonadi.
Sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar, di antaranya beras medium Rp13.500 per kilogram atau Rp35 ribu per kemasan 2,5 kilogram. Beras SPHP dijual Rp11.400 per kilogram atau Rp57 ribu untuk kemasan lima kilogram, sedangkan MinyaKita dan gula pasir masing-masing Rp15.500 per kilogram atau liter, serta telur omega Rp23 ribu per kilogram.
Kepala Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Joko Umboro Jati, mengatakan GPM merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional ke-55 tahun 2026 yang jatuh pada 17 September. Kegiatan tersebut digelar untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus memanfaatkan potensi terminal dari sisi ekonomi dan sosial.
“Alhamdulillah, kami menggelar GPM dan antusias masyarakat sekitar untuk membeli cukup tinggi, sehingga transaksi keuangan juga tinggi. Selain itu, hari ini juga menggelar aksi sosial donor darah dan sambutan masyarakat cukup tinggi,” ujar Joko.
Sebanyak 30 stan dari sejumlah instansi dan pelaku usaha ikut menyediakan kebutuhan pangan dalam kegiatan tersebut. Total komoditas yang disiapkan meliputi beras lima ton, telur ayam omega 500 kilogram, MinyaKita 750 liter, cabai 10 kilogram, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing 15 kilogram.

Salah seorang warga Debegan, Mojosongo, Solo, Novita, mengatakan GPM membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau dibandingkan harga di pasar. Ia membeli beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam dalam kegiatan tersebut.
“Senang sekali adanya GPM, sangat membantu karena harganya relatif murah. Saya merasa terbantu meskipun sedikit,” kata Novita.
Selain GPM, rangkaian kegiatan di Terminal Tirtonadi Solo dalam rangka Hari Perhubungan Nasional juga mencakup penghijauan dan bakti sosial ke panti asuhan. Kegiatan lainnya berupa donor darah serta berbagai aktivitas yang melibatkan komunitas dan insan transportasi. (SIFA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....