Moderasi Beragama, Kunci Menjaga Persatuan Bangsa
- 13 Agt 2026 15:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SURAKARTA –Moderasi beragama dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, M. Ihsanuddin, S.Ag., dalam program Obrolan Siang RRI Surakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
Ihsanuddin menjelaskan, moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama atau mengurangi keyakinan seseorang. Moderasi beragama merupakan cara menjalankan ajaran agama dengan mengambil jalan tengah, adil, dan seimbang serta menghindari sikap ekstrem. “Bukan agama kita campur menjadi agama yang modern, bukan. Tetapi kita sebagai umat beragama adalah menjadi yang moderat,” ujar Ihsanuddin.
Menurutnya, setiap pemeluk agama tetap harus menjalankan ajaran agamanya dengan baik. Di sisi lain, perbedaan keyakinan perlu dihormati karena setiap warga negara memiliki hak untuk menjalankan agamanya. Sikap tersebut dapat diwujudkan melalui toleransi, tenggang rasa, dan kemauan untuk bekerja sama tanpa membedakan agama.
Ketika muncul persoalan di tengah masyarakat, dialog dan musyawarah dinilai lebih tepat dibandingkan kekerasan. Ihsanuddin mengatakan, penyelesaian persoalan melalui musyawarah juga sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. “Kita mengutamakan musyawarah sebagaimana yang ada di dalam Pancasila. Jadi dialog, duduk bersama,” kata Ihsanuddin.
Ihsanuddin juga menekankan pentingnya bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya di media sosial. Setiap informasi terkait agama perlu diperiksa terlebih dahulu kebenarannya sebelum dibagikan kepada orang lain. “Kita harus disaring dulu, benar enggak ini info yang saya terima. Kita tabayunkan, kita klarifikasi,” ujar Ihsanuddin.
Lebih lanjut, Ihsanuddin menyebut terdapat empat indikator moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan ramah budaya. Keempat indikator tersebut dapat menjadi tolok ukur dalam melihat penerapan moderasi beragama di tengah masyarakat.
Nilai moderasi juga perlu ditanamkan sejak dini melalui keluarga. Orang tua dapat mengenalkan keberagaman agama dan tempat ibadah kepada anak sekaligus mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan dan hak yang sama sebagai manusia. “Mengajari anak di waktu kecil itu bagai mengukir di atas batu,” ucap Ihsanuddin.
Momentum peringatan kemerdekaan dinilai menjadi kesempatan untuk memperkuat moderasi beragama melalui berbagai kegiatan yang mempertemukan masyarakat lintas agama. Gotong royong, jalan sehat, lomba, hingga tirakatan dapat menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan. “Kita sama-sama membutuhkan negara ini, kita sama-sama membutuhkan Indonesia ini yang adil, makmur, sentosa,” kata Ihsanuddin.
Ihsanuddin berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti pada upacara dan berbagai perlombaan. Semangat tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghargai, menjaga persatuan, serta menjalankan agama dengan baik. (Citra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....