Air Lindi TPA Berpotensi Mengancam Lingkungan dan Pertumbuhan Tanaman
- 22 Mei 2026 13:14 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta- Air lindi merupakan cairan hasil penguraian sampah yang terbentuk akibat percampuran air dengan material hasil dekomposisi. Cairan ini dapat terbentuk pada timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir maupun dari proses pembusukan sampah organik.
Keberadaan air lindi yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Tingkat dampaknya bergantung pada jenis sampah, umur timbunan sampah, serta kandungan zat yang terdapat di dalam air lindi.
Penelitian Dwiki Irvan Mahardika dan Indah Rachmatiah Siti Salami dari Institut Teknologi Bandung mengenai air lindi TPA menunjukkan adanya potensi kandungan logam berat seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), tembaga (Cu), dan kromium (Cr). Kandungan tersebut dapat menjadi sumber pencemaran apabila tidak melalui pengolahan yang memadai.
Pencemaran dapat terjadi ketika air lindi meresap ke dalam tanah dan masuk ke saluran air atau sumber air tanah. Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas air dan mengganggu keseimbangan ekosistem di lingkungan sekitar.
Air lindi dengan kandungan bahan organik yang tinggi juga dapat memengaruhi kualitas perairan karena meningkatkan kebutuhan oksigen dalam proses penguraiannya. Akibatnya, organisme air dapat mengalami gangguan akibat berkurangnya kadar oksigen terlarut.
Selain terhadap lingkungan, penggunaan air lindi tanpa pengolahan juga dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Kandungan amonia atau zat tertentu yang terlalu tinggi berpotensi menyebabkan akar rusak, daun menguning, hingga menghambat pertumbuhan tanaman.
Para ahli menilai pengolahan air lindi perlu dilakukan melalui penyaringan, pengendapan, pengolahan biologis, atau metode fitoremediasi sebelum dimanfaatkan lebih lanjut. Langkah tersebut bertujuan menurunkan kandungan pencemar agar risiko terhadap lingkungan dan tanaman dapat dikurangi. (Wiwik)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....