Bupati Sigit: KURDa Bunga 0 Persen untuk Entaskan Kemiskinan Sragen

  • 19 Mei 2026 21:07 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menelurkan kebijakan berani di sektor ekonomi kerakyatan dengan resmi meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDa) dengan bunga 0 persen bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bumi Sukowati. Langkah inovatif ini diresmikan langsung oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman bersama Bupati Sragen Sigit Pamungkas di Gedung Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Sragen, Selasa 19 Mei 2026.

Peresmian program yang bertepatan dengan momentum rangkaian Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen ini ditandai secara simbolis lewat pemukulan gong sebanyak dua kali oleh Menteri Maman Abdurrahman dengan didampingi pejabat Pemkab Sragen serta perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pasca-peresmian, rombongan menteri dan bupati langsung bertolak meninjau display produk UMKM unggulan di SIKK serta mengunjungi Pusat Batik Sukowati yang berada di kawasan Nglangon, Sragen.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas dalam penjelasannya menegaskan bahwa peluncuran KURDa bunga 0 persen ini merupakan komitmen konkret jajarannya dalam melakukan akselerasi pengentasan kemiskinan di wilayahnya. Keberpihakan anggaran ini sengaja disasarkan bagi masyarakat rentan agar mampu berdikari secara ekonomi.

“Kami meluncurkan Program KURDa dengan bunga 0% khusus untuk saudara-saudara yang berada di garis kemiskinan. Warga miskin ketika meminjam modal dihadapkan pada bunga yang tinggi. Peresmian KURDa menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada kaum miskin,” ujar Sigit Pamungkas.

Sigit menilai, persoalan mendasar dari kemiskinan di Sragen bukanlah ketiadaan produktivitas, melainkan terbatasnya akses pemodalan yang ramah. Menurutnya, mayoritas masyarakat Sragen sebenarnya memiliki keterampilan dan etos kerja yang tinggi, namun seringkali terbentur oleh ketatnya persyaratan perbankan dan tingginya suku bunga pinjaman yang memberatkan pelaku usaha kecil.

“Pinjaman dengan bunga 0% yang diberikan Pemkab Sragen menjadi jawaban untuk mereka. Pinjaman 0% itu bukan bantuan karikatur dan bukan bantuan uang tunai. KURDa ini adalah investasi untuk rakyat. Kami percaya pada etos kerja rakyat,” katanya menegaskan.

Lebih lanjut, Sigit menambahkan bahwa KURDa ini dirancang sebagai stimulan jangka panjang guna membangun kemandirian ekonomi dari akar rumput, bukan sekadar instrumen bantuan sosial yang bersifat konsumtif sementara waktu.

Skema permodalan ini memiliki plafon maksimal sebesar Rp2 juta dengan masa angsuran hingga tiga tahun. Kebijakan ini merupakan evolusi dari program serupa terdahulu yang sebelumnya masih mematok bunga sebesar 3 persen.

“Pemerintah menaruh kepercayaan besar kepada warga. Jadi mohon manfaatkan modal dengan jujur. Sebelumnya KURDa pernah digulirkan dengan bunga 3% dan sekarang berubah menjadi 0%,” ucap Sigit.

Bupati juga meminta kepada tiga bank penyalur yang ditunjuk untuk tidak terlalu cemas terhadap potensi risiko kredit macet atau non-performing loan (NPL). Ia optimis program ini akan berjalan secara sehat dan didasari komitmen kejujuran dari para penerima manfaat.

Kebijakan progresif Pemkab Sragen ini mendapat apresiasi tinggi dari tingkat pusat. Menteri UMKM Maman Abdurrahman secara lugas menyebut Kabupaten Sragen telah resmi menjadi pionir nasional dalam memelopori pengentasan kemiskinan melalui jalur pemodalan digital yang inklusif serta ramah bagi pelaku usaha.

Menteri Maman menekankan bahwa hadirnya program ini mencerminkan niat positif dan visi kuat dari kepala daerah, yakni Bupati Sigit Pamungkas beserta jajarannya, untuk meringankan beban ekonomi riil masyarakat tanpa mencederai semangat kemandirian usaha.

"Ini esensi pembiayaan yang luar biasa dan patut dicontoh. Kami di pusat, bersama Dinas Provinsi, mendukung penuh dan berharap ini menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia," puji Maman Abdurrahman.

Menjawab pertanyaan publik mengenai ketahanan fiskal operasional perbankan daerah yang menyalurkan kredit tanpa bunga, Menteri Maman memberikan klarifikasi teknis. Ia menjamin bahwa sistem ini tidak akan merugikan ataupun memangkas margin perbankan mitra karena pendapatan bank dan biaya operasional dipastikan tetap aman melalui skema kompensasi anggaran pemerintah.

"Artinya ada subsidi dari APBD. Jadi saya pikir itu tetap menjaga agar bank penyalur juga masih bisa mendapatkan keuntungan dan biaya operasionalnya tetap terpenuhi," jelas Maman.

Program KURDa 0 persen ini tidak berdiri sendiri. Bupati Sigit Pamungkas menguraikan bahwa skema ini merupakan bagian terintegrasi dari rantai program penanggulangan kemiskinan komprehensif yang tengah digulirkan Pemkab Sragen.

Selain intervensi modal usaha, Pemkab Sragen saat ini juga aktif menjalankan berbagai jaring pengaman sosial multi-sektor, meliputi pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pembagian seragam sekolah gratis, penyediaan program kerja ke luar negeri gratis secara legal, bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga alokasi beasiswa pendidikan penuh sampai dengan jenjang sarjana.

Melalui integrasi berbagai program tersebut, Pemkab Sragen berkomitmen memutus rantai kemiskinan secara struktural sekaligus mendorong stabilitas ekonomi daerah yang mandiri dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat Bumi Sukowati. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....