Menikmati Langit Senja Desa Puro Sembari Main Layang-Layang Bareng Anak-Anak
- 13 Mei 2026 11:01 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Guratan lelah di wajah para prajurit Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen seketika luruh saat semilir angin sore menerpa Desa Puro, Kecamatan Karangmalang. Di sela-sela padatnya target pengecoran jalan, Rabu (13/5/2026), sebuah pemandangan hangat tercipta: seragam loreng tampak berbaur dengan tawa bocah-bocah desa di bawah bentangan langit biru.
Bukan senjata atau cangkul yang mereka pegang sore itu, melainkan gulungan benang dan kerangka bambu bersampul kertas. Bermain layang-layang menjadi pilihan sederhana namun bermakna untuk melepas penat setelah seharian berjibaku dengan semen dan material bangunan.
Suasana riuh pecah saat Praka Bazir, salah satu anggota Satgas, tampak asyik membantu Bima (8), bocah asal Terik Talang, menerbangkan layang-layangnya. Keduanya berlarian kecil mengejar arah angin, memastikan sang layang-layang menari stabil di ketinggian.
“Bermain layang-layang ini cara paling ampuh buat refreshing. Rasanya santai dan penuh kebersamaan. Tak terasa, tugas kami di Desa Puro tinggal delapan hari lagi,” ujar Praka Bazir sembari sesekali menarik ulur benang dengan senyum lebar, Selasa 12 Mei sore.
Bagi Bima, kehadiran "Om Tentara" di lapangannya memberikan warna baru. Rutinitas sore setelah mengaji yang biasanya hanya diisi bersama teman sebaya, kini jadi lebih seru dengan kehadiran para prajurit yang ramah.
"Senang sekali bisa main bareng. Kalau anginnya kencang seperti sore ini, mainnya jadi makin asyik!" seru Bima polos.
Kedekatan yang terbangun secara natural ini bukanlah tanpa alasan. Danramil 02/Karangmalang, Lettu Arh Ifa Aiwan Kristono, menjelaskan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat adalah ruh dari program TMMD itu sendiri.
Program TMMD Reguler diantaranya fokus pada infrastruktur seperti pengecoran jalan untuk mobilitas warga.
Pembangunan emosional dengan menjalin ikatan kekeluargaan dengan seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak.
“TNI hadir bukan hanya untuk membangun beton dan aspal, tapi juga untuk membangun hubungan emosional. Melihat anggota bisa menghibur diri sekaligus akrab dengan warga adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami,” kata Lettu Arh Ifa.
Di bawah langit senja Desa Puro, layang-layang yang terbang tinggi itu seolah menjadi simbol harapan dan persaudaraan. TMMD terbukti bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan jembatan hati yang mempererat tali kekeluargaan antara TNI dan rakyatnya. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....