Sepiring Pecel dan Kesedihan Bu Warti Segera Ditinggal Satgas TMMD
- 11 Mei 2026 14:51 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Suara riuh rendah tawa pecah di sebuah warung sederhana di pinggiran lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0725/Sragen. Di balik kepulan uap bumbu kacang dan deretan gorengan hangat, tampak Ibu Suwarti sibuk melayani para pria berseragam loreng.
Bagi Bu Warti, pemilik warung pecel yang lokasinya tak jauh dari titik pengerjaan sasaran TMMD, kehadiran para prajurit bukan sekadar pelanggan biasa. Mereka telah menjadi penyemangat, penghibur, sekaligus keluarga baru di desanya.
Setiap jam istirahat siang, warung pecel Bu Warti mendadak berubah menjadi pusat kegembiraan. Pratu Anjas dan rekan-rekan anggota Satgas lainnya kerap menjadikan tempat ini sebagai pelabuhan terakhir untuk melepas penat setelah seharian bekerja fisik.
"Setiap hari pasti anggota Satgas meramaikan warung saya. Alhamdulillah, sejak ada TMMD, warung jadi jauh lebih ramai dari biasanya," ujar Bu Warti sembari menyendok sambal pecel andalannya, Minggu 10 Mei 2026.
Tak hanya sekadar makan, suasana akrab tercipta lewat obrolan ringan, candaan, hingga sesi karaoke sederhana yang sengaja dilakukan untuk mengusir lelah. Momen-momen inilah yang membangun kedekatan emosional yang kuat antara masyarakat dan TNI.
Kehadiran Satgas TMMD memang membawa dampak ekonomi nyata bagi keluarga Bu Warti. Namun, di balik senyum syukurnya karena dagangan yang laku keras, terselip guratan kesedihan di wajahnya.
Waktu pengerjaan TMMD yang semakin mendekati babak akhir menjadi kabar pahit bagi Bu Warti. Ia menyadari bahwa sebentar lagi, keriuhan di warungnya akan berganti dengan kesunyian yang lama.
"Saya senang desa dibangun, tapi sedih juga karena sebentar lagi Bapak-bapak TNI ini sudah selesai tugasnya. Artinya mereka akan pulang ke daerah masing-masing. Warung saya pasti sepi lagi," ucap dia dengan nada suara yang memberat.
Kisah di warung Bu Warti adalah bukti bahwa TMMD bukan hanya soal pengecoran jalan atau rehab bangunan, melainkan tentang "Kemanunggalan TNI dan Rakyat". Kebersamaan yang kompak saat makan gorengan bersama menjadi suplemen alami yang membuat badan para prajurit kembali fit dan semangat.
Bagi Bu Warti, memori tentang canda gurau Pratu Anjas dan kawan-kawan akan tetap tersimpan rapat di sela-sela meja warungnya. Meski raga para prajurit nantinya kembali ke kesatuan, jejak pengabdian dan kehangatan yang mereka tinggalkan telah terpatri abadi di hati warga desa. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....