'Sirkuit' Debu Desa Puro, saat Angkong TNI-Polri Adu Cepat di Lokasi TMMD
- 10 Mei 2026 11:09 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Pemandangan berbeda terlihat di lokasi pengecoran jalan Desa Puro. Bukan deru mesin motor balap yang terdengar, melainkan suara gesekan roda besi dan tawa renyah para prajurit.
Di bawah terik matahari, Minggu 10 Mei 2026 Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen bersama anggota Polri dan warga setempat mengubah lokasi kerja menjadi layaknya 'lintasan balap'.
Senjatanya bukan motor sport mahal, melainkan angkong atau gerobak dorong bertenaga manusia. Alat sederhana ini menjadi bintang utama dalam percepatan pembangunan sasaran fisik TMMD tahun 2026 ini.
Bagi Serda Saeful, anggota Satgas TMMD yang sehari-hari bergelut dengan material, angkong bukan sekadar alat angkut. Dengan nada bercanda, ia menyebut gerobak roda satu itu sebagai "motor gede" (moge) versi proyek.
"Angkong ini ibarat moge bagi kami. Harus dibawa dengan kencang dan gagah perkasa. Lihat saja, para prajurit dan warga lalu lalang di 'sirkuit' ini seolah tidak punya rasa capek," ujar Serda Saeful sambil menyeka keringat.
| Baca juga: Sejarah Lintasan Balap Pertama di Dunia |
Aksi "balapan" ini sebenarnya bukan sekadar gaya-gayaan. Kecepatan sangat dibutuhkan agar suplai tanah uruk menuju lokasi pengecoran tidak tersendat.
Tak jarang, anggota TNI, Polri, dan warga harus mendorong angkong sambil berlari kecil demi mengejar target waktu. Sinergitas yang tercipta pun terasa sangat organik. Tanpa sekat pangkat atau instansi, mereka bahu-membahu:
Satgas TNI & Polri beradu kecepatan mendorong beban berat, sementara warga desa menyiapkan material dan memberi semangat di tepi lintasan. Targetnya jalan desa yang mulus dan layak tempuh.
"Tinggal sorong dan berlari sambil menunggu antrean. Persis kayak di sirkuit, saling balap-balapan supaya kerjaan cepat beres," ucap Saeful sembari tertawa.
Potret keceriaan di Desa Puro ini menjadi bukti nyata bahwa Sinergitas TNI-Polri bukan sekadar slogan di atas kertas. Di tengah debu dan tumpukan material, mereka menunjukkan bahwa kerja keras bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan.
Kehadiran Satgas TMMD Kodim 0725/Sragen ini diharapkan tidak hanya meninggalkan infrastruktur fisik yang kokoh, tetapi juga kenangan manis tentang gotong royong bagi warga Desa Puro. Memberi contoh bahwa dengan kebersamaan, beban seberat apa pun akan terasa lebih ringan bahkan jika harus dibawa sambil "balapan". MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....