Hangatnya Obrolan di Pematang: Kala Petani Pelemgadung "Curhat" ke Satgas TMMD

  • 28 Apr 2026 13:29 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Di bawah terik matahari yang mulai melunak saat jam istirahat siang, suasana di area persawahan Desa Pelemgadung, Karangmalang, tampak berbeda. Tak hanya deru mesin konstruksi, namun terdengar gelak tawa dan obrolan santai antara seorang pria paruh baya berbaju lusuh dengan seorang prajurit TNI berseragam loreng.

Sertu Sunardi, anggota Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0275/Sragen, sengaja meluangkan waktu sejenak untuk duduk di pematang sawah. Di sampingnya, Datam (57), salah satu petani senior setempat, tampak antusias menuangkan isi hatinya.

Bagi Datam, kehadiran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) adalah angin segar. Sambil menyeka keringat, ia bercerita betapa sulitnya akses petani selama ini.

"Dulu kalau hujan, jalan ke sawah ini becek dan licin sekali, Mas. Sekarang *Alhamdulillah*, sudah mulai kelihatan rapi meskipun belum rampung sepenuhnya," ujar Datam dengan wajah sumringah, Selasa 28 April 2026.

Namun, ada hal lain yang membuat Datam terkesan selain pembangunan fisik. Ia mengaku sempat memiliki persepsi yang salah tentang sosok prajurit TNI.

"Jujur saja, saya senang ada TMMD di sini. Ternyata bapak-bapak TNI itu ramah-ramah. Dulu saya dengar cerita orang kalau TNI itu galak-galak, tapi ternyata mas-mas di sini sopan santun, baik hati, dan sangat ramah," ucap dia sambil terkekeh.

Momen humanis ini bukan sekadar obrolan kosong. Lettu Arh Ifa Aiwan Kristono, Danramil 02/Karangmalang, menegaskan bahwa suara hati petani seperti Pak Datam adalah inti dari misi mereka. Menurutnya, TMMD bukan sekadar mengejar target semen dan aspal, melainkan tentang membangun kepercayaan dan kesejahteraan masyarakat.

Curhatan warga menjadi bahan masukan berharga agar pembangunan tepat sasaran. Ruang komunikasi ini membuka pintu dialog yang selama ini mungkin terasa kaku bagi warga desa. Selain itu mempererat ikatan emosional antara TNI dan rakyat.

"TMMD bukan hanya soal membangun infrastruktur, tapi juga mendengar langsung apa yang dibutuhkan warga. Curhat para petani ini penting bagi kami sebagai bahan evaluasi," ujar Ifa.

Potret kebersamaan di Desa Pelemgadung ini menjadi bukti nyata bahwa TMMD Reguler ke-128 telah melampaui batas pembangunan fisik. Di balik jalan yang mulai mulus, ada hubungan persaudaraan yang semakin erat membuktikan bahwa TNI benar-benar lahir dari rakyat dan bekerja untuk rakyat. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....