KK Miskin Bertambah, PMI Sragen Putar Otak Sasar UMKM-Komunitas Himpun Bulan Dana
- 27 Apr 2026 22:36 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen menghadapi tantangan unik dalam pelaksanaan Bulan Dana tahun ini. Di tengah upaya menghimpun dana operasional kemanusiaan, lembaga ini harus menyesuaikan target akibat meningkatnya jumlah Keluarga Miskin (KK Miskin) di Bumi Sukowati.
Berdasarkan hasil verifikasi data bersama Dinas Sosial, peningkatan jumlah warga yang masuk kategori miskin berdampak langsung pada pemetaan donatur. Pasalnya, warga dalam daftar tersebut secara otomatis dikecualikan sebagai sasaran penarikan iuran masyarakat.
Ketua PMI Sragen, Utami Dewi Masithoh didampingi Sekretaris PMI Sragen, Darmawan menjelaskan bahwa realita di lapangan ini membuat pihaknya menetapkan target yang sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
"Target tahun ini di angka Rp1,8 miliar lebih sedikit. Ada penurunan dibandingkan tahun kemarin karena hasil verifikasi dengan Dinas Sosial menunjukkan jumlah KK miskin bertambah. Tentu kelompok ini tidak menjadi sasaran kami," ujar Darmawan saat ditemui dalam acara Bulan Dana PMI, Senin 27 April 2026.
Untuk menambal potensi kehilangan dana dari sektor rumah tangga, PMI Sragen melakukan inovasi dengan memperluas jangkauan ke sektor dunia usaha dan komunitas. Jika sebelumnya hanya menyasar perusahaan besar, kini PMI mulai mendekati pengusaha kecil hingga toko-toko.
"Kami mengetuk pintu hati teman-teman pengusaha kecil, UMKM, hingga toko-toko. Kemanusiaan adalah kewajiban seluruh masyarakat, bukan hanya orang kaya. Karena saat terjadi kecelakaan atau kegawatdaruratan, PMI hadir untuk seluruh komponen masyarakat tanpa pandang bulu," kata dia.
Selain dunia usaha, sektor kecamatan masih menjadi tumpuan utama dengan target kontribusi sebesar Rp1 miliar. Sementara itu, sektor pendidikan atau sekolah ditargetkan mampu menyumbang sekitar Rp250 juta. Sasarannya bukan sekadar dana, melainkan menanamkan rasa kepedulian terhadap kemanusiaan sejak dini kepada para siswa.
Meski potensi dunia usaha di Sragen cukup besar, PMI mengaku masih kesulitan menembus Corporate Social Responsibility (CSR) dari pabrik-pabrik besar. Salah satu kendala utamanya adalah masalah birokrasi dan domisili kantor pusat perusahaan.
"Tantangannya, kita punya sasaran pabrik-pabrik besar, tetapi banyak yang kantor pusatnya di Jakarta. Ini menjadi problem tersendiri. Padahal kami berharap pabrik-pabrik yang beroperasi di Sragen ini bisa memberikan kontribusi besar bagi kemanusiaan di daerah," ujar Darmawan.
Melalui kepemimpinan Utami Dewi Masithoh yang juga memiliki latar belakang di dunia usaha, PMI Sragen optimis dapat menjalin komunikasi yang lebih intens dengan berbagai komunitas dan sektor swasta. Guna mencapai target Bulan Dana demi mendukung operasional pelayanan masyarakat, termasuk pengadaan unit ambulans dan bantuan gawat darurat lainnya. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....