Tingkatkan Layanan Masyarakat, PMI Sragen Segera Miliki Ambulans

  • 27 Apr 2026 22:32 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen dipastikan bakal menambah armada pelayanan kesehatan pada tahun ini. Hal tersebut menyusul adanya kucuran dana hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen yang dialokasikan khusus untuk pengadaan unit ambulans baru.

Sekretaris PMI Sragen, Darmawan, mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, pihaknya menerima dana hibah sebesar Rp300 juta. Angka ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan hibah tahun sebelumnya yang berjumlah Rp100 juta.

"Tahun ini kita mendapatkan alokasi anggaran hibah dari Pemda Rp300 juta. Rencananya memang untuk pembelian ambulans karena armada yang kami miliki saat ini umurnya sudah tua sekali. Sering kali saat respons (darurat), ambulans mogok di jalan," ujar Darmawan saat ditemui di sela acara Bulan Dana PMI, Senin 27 April 2026.

Meski mendapatkan bantuan ratusan juta rupiah, Darmawan menjelaskan bahwa dana tersebut belum mencukupi secara keseluruhan untuk pengadaan unit ambulans dengan spesifikasi standar kesehatan yang mumpuni. Oleh karena itu, PMI Sragen akan menutup kekurangan biaya menggunakan dana internal, termasuk hasil dari program Bulan Dana PMI.

"Ambulans dengan anggaran Rp300 juta tentu tidak cukup. Nanti ada tambahan dari PMI sendiri, salah satunya ya dari hasil Bulan Dana ini," ucap dia.

Terkait spesifikasi kendaraan, PMI Sragen berencana meminang unit Daihatsu Luxio. Pilihan ini diambil dengan pertimbangan kenyamanan pasien dibandingkan tipe kendaraan di bawahnya.

Estimasi harga kendaraan dipatok sekitar Rp270 juta, sementara untuk modifikasi karoseri dan kelengkapan peralatan medis di dalamnya membutuhkan biaya tambahan sekitar Rp45 juta hingga Rp80 juta.

"Kami cari mobil yang tidak terlalu premium tetapi spesifikasi kesehatannya baik. Kami pilih Luxio karena kalau pakai (Gran Max) kasihan pasiennya. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat," kata Darmawan.

Ambulans baru ini diharapkan dapat meminimalisir kendala teknis di lapangan, sehingga respons terhadap kebutuhan darurat masyarakat di Bumi Sukowati dapat berjalan lebih cepat dan optimal. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....