Mendiktisaintek Hadiri Dies Natalis ke-50 UNS: Dorong Hilirisasi Riset

  • 11 Mar 2026 21:34 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan puncak peringatan Dies Natalis ke-50 melalui Sidang Terbuka Senat Akademik di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Rabu, 11 Maret 2026. Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, serta Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy.

Momentum ulang tahun emas ini menandai perjalanan panjang lima dasawarsa UNS dalam mengabdi. Tercatat telah melahirkan lebih dari 250 ribu lulusan yang telah berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, dalam sambutannya menekankan perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak nyata di tengah kompleksitas tantangan global. Menurutnya, kampus bukan sekadar ruang akademik, melainkan pusat hilirisasi ilmu pengetahuan.

Harapannya mampu mengubah riset menjadi produk industri yang bermanfaat bagi kemakmuran masyarakat. Di tengah disrupsi teknologi dan ketidakpastian geopolitik global, universitas dituntut untuk menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin yang melahirkan solusi bagi berbagai krisis dunia.

"Kampus harus bisa menjadi pusat hilirisasi ilmu pengetahuan dan teknologi, di mana riset peneliti diterjemahkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah bagi kemakmuran masyarakat," ujar Prof. Brian Yuliarto di hadapan seluruh sivitas akademika UNS, Rabu, 11 Maret 2026.

Lebih lanjut, Prof. Brian menyampaikan sejarah membuktikan krisis sering kali menjadi titik balik peradaban manusia. Disinilah peran kampus diperlukan untuk memberikan jawaban.

Hilirisasi penelitian dipandang sebagai kunci utama agar Indonesia tidak hanya menghasilkan banyak karya tulis. Tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi nasional. Ia berharap UNS terus memperkuat posisinya sebagai pilar penting pembangunan sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap dinamika zaman yang berubah sangat cepat.

Senada dengan hal tersebut, Rektor UNS, Prof. Hartono, memaparkan rencana strategis universitas tahun 2024-2029 yang berfokus pada program prioritas berlabel DREAMTEAM. Visi tersebut merupakan akronim dari digitalisasi, riset, pendidikan, otonomi, modernisasi, kebersamaan, keseimbangan, keaktifan, dan tenaga kerja.

Langkah strategis ini disusun untuk mendukung tercapainya Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Sehingga mampu menuju visi Indonesia Emas yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

"Visi kami terfleksi dalam moto Mangesti Luhur Amangun Negara, yang bermakna cita-cita luhur untuk berkontribusi dalam mewujudkan peradaban manusia yang berlandaskan nilai budaya nasional," kata Prof. Hartono menjelaskan arah transformasi universitas ke depan.

Sebagai bukti nyata kontribusi pada bidang kesehatan, dalam acara ini juga dilakukan peresmian Pusat Studi Tropical Herbal Medicine yang memanfaatkan biodiversitas tanaman lokal. Fasilitas riset ini diresmikan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy,.

Pusat Studi Teopical Herbal Medicine didirikan sebagai upaya meningkatkan kemandirian kesehatan nasional melalui obat herbal terstandar. Selain peresmian pusat studi, UNS juga memberikan penghargaan tertinggi UNS Award 2026 kepada tokoh lingkungan hidup, Prof. Emil Salim, atas dedikasi luar biasanya bagi bangsa. (Dania)

Rekomendasi Berita