Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Sragen, Kemiskinan Turun-Ekonomi Tumbuh
- 05 Mar 2026 16:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen - Satu tahun masa kepemimpinan Bupati Wakil Bupati Sragen, Sigit Pamungkas-Suroto mengklaim kinerja pemerintah daerah menunjukkan progres positif dalam pemenuhan janji kampanye. Bahkan angka kemiskinan diklaim turun, dan ekonomi tumbuh di atas nasional.
Dalam keterangannya kepada media, Rabu 4 Maret petang Bupati Sigit menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan program prioritas demi transformasi Sragen yang lebih baik.
Bupati Sigit Pamungkas mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu pilar utama yang terus digenjot. Ia menyebut wajah kota Sragen saat ini relatif sudah berbenah, meski perbaikan akan terus berlanjut.
"Kita seoptimal mungkin melaksanakan apa yang menjadi prioritas dan janji kampanye. Infrastruktur jalan dan trotoar di area kota sudah kita perbaiki. Di tahun 2026 ini, fokus kita akan berimbang antara perbaikan di wilayah pinggiran dan penyempurnaan di area kota," ujar Bupati Sigit.
Sejalan dengan agenda Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Sragen menempatkan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas utama. Bupati menjelaskan bahwa berbagai program telah dijalankan secara inline dengan visi Presiden. Bahkan Bupati mengklaim angka kemiskinan turun.
"Program pengentasan kemiskinan sangat banyak. Salah satu fokus kami adalah perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tahun ini, tercatat ada 14 desa yang sudah bebas dari rumah tidak layak huni," katanya menjelaskan.
Selain hunian, Pemkab Sragen juga meluncurkan kebijakan inovatif di sektor sosial dan ekonomi. Antara lain pembebasan pajak PBB yang diberikan khusus untuk warga tidak mampu, kelompok disabilitas, guru berpenghasilan rendah, serta veteran pejuang perang.
"Pendidikan gratis dengan pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa dari keluarga tidak mampu yang baru masuk sekolah. Program ini dipastikan berlanjut tahun ini untuk semua siswa baru dari kalangan ekonomi lemah," kata dia.
Lantas mulai tahun ini ada permodalan Kurda 0 persen. Dengan pemberian pinjaman dengan bunga 0 persen melalui Bank Daerah (Bank Joko Tingkir, Bank Syariah, dan BKK Karangmalang) bagi warga tidak mampu yang ingin memulai usaha.
Terkait program beasiswa kuliah, Bupati mencatat adanya catatan evaluasi. Dari anggaran sebesar Rp3 miliar di tahun 2025, hanya terserap sekitar Rp2 miliar.
"Penyebabnya mungkin karena informasi yang belum masif atau jumlah warga dari keluarga tidak mampu yang sedang menempuh kuliah memang terbatas secara existing. Ini akan menjadi bahan evaluasi agar informasi lebih tersampaikan secara masif ke depannya," katanya.
Saat mendampingi Bupati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Baperinda) Sragen, Dwiyanto, memberikan catatan optimistis terkait indikator makro ekonomi daerah. Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sragen saat ini menunjukkan tren yang sangat baik.
"Pertumbuhan ekonomi kita termasuk tinggi, berada di angka 5,7 persen. Angka ini berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah maupun nasional," ucap Dwiyanto.
Menutup evaluasinya, Bupati Sigit Pamungkas menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan jajaran birokrasi atas dukungannya selama setahun terakhir. Ia mengakui bahwa masih ada kekurangan yang perlu dibenahi.
"Tentu belum sempurna, masih ada hal-hal yang harus diperbaiki. Harapan kita, apa yang kurang itu bisa kita perbaiki bersama-sama sembari kita menajamkan kembali aspek transformasi Sragen ke arah yang lebih baik," ujar Bupati Sigit. MI