Ratusan Perantau Tiba di Sragen, Tenda Acara Penyambutan Pemudik Roboh

  • 17 Mar 2026 09:32 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN - Sebanyak 589 perantau tiba di Kabupaten Sragen melalui program mudik gratis yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Sragen, Senin 16 Maret malam. Acara penyambutan perantau sempat bergeser dari halaman Pemda ke Gedung Sasana Manggala Sukawati (SMS) lantaran tenda untuk penyambutan roboh diterjang hujan dan angin Senin sore.

Pantauan di lokasi, hujan turun begitu deras di Sragen Senin pukul 15.15 WIB. Hujan yang disertai angin kemudian menyapu tenda yang didirikan di halaman Pemda sisi timur hingga sebagian besar atap roboh.

Acara penyambutan perantau yang pulang ke kampung halaman akhirnya di geser ke gedung SMS yang berlokasi tak jauh dari Pemda Terpadu. Lantaran upaya mendirikan kembali tenda juga tidak memungkinkan.

"Tadi memang sempat kita rencananya kita terima di kantor halaman kantor Pemda Terpadu sudah kita siapkan kajang, kursi, sound system, kemudian juga background. Namun karena ada hujan angin ini kebetulan kajangnya (tenda) tadi roboh, dan alhamdulillah masih ada waktu kurang lebih satu setengah jam bisa kita geser di gedung SMS. Semuanya bisa terlaksana bahkan fasilitasnya lebih baik di gedung SMS," ujar Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Sragen, R. Suprawoto, Senin malam.

Kondisi tenda untuk menyambut ratusan pemudik di halaman Pemda Terpadu Sragen roboh diterpa angin kencang dan hujan, Senin 16 Maret sore. (Foto: RRI/Mulato Ishaan)

Suprawoto mengatakan jumlah peserta mudik gratis dari Kabupaten Sragen 12 bus yang di berangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah. Adapun jumlah penumpang mencapai 600 orang.

"Satu bus kurang lebih 50 penumpang jadi total kurang lebih 600. Sampai di Sragen kurang lebih jam 19.00 WIB. Berangkat dari sana TMII kurang lebih jam 9:00 lebih, ada yang jam 10:00. Kurang sedikit, kemudian berhenti kita siapkan juga untuk buka puasa di perjalanan," katanya.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membantu warga perantauan pulang kampung sekaligus mempererat hubungan masyarakat dengan daerah asal.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyebut armada mudik gratis tahun ini bertambah dari tujuh bus pada tahun lalu menjadi 18 bus. Seluruh armada tersebut dijadwalkan turun di Kabupaten Sragen, dengan 12 bus tiba pada gelombang pertama malam ini.

“Pesan Imam Syafi’i tentang keberanian merantau untuk meraih kesuksesan sangat menggambarkan para perantau Sragen. Saya yakin bapak ibu telah berjuang dan menjadi kebanggaan keluarga,” ujarnya.

Sigit menambahkan, momen libur Lebaran diharapkan dapat dimanfaatkan para pemudik untuk berkumpul bersama keluarga sekaligus meramaikan berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sragen.

Perwakilan Paseduluran Keluarga Besar Sragen (PKBS), Dewi Ritaningsih, juga menyambut baik penyelenggaraan program mudik gratis yang kini memasuki tahun kedua. Menurutnya, program tersebut sangat dinantikan oleh warga Sragen di perantauan karena memudahkan mereka pulang kampung.

“Program ini sangat membantu para perantau untuk pulang kampung. Kami berharap jumlah armada bus ke depan dapat ditambah agar lebih banyak warga perantauan bisa ikut dan merasakan kemajuan Sragen,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta mudik gratis asal Kecamatan Kalijambe yang bekerja di Depok, Solihin, mengaku puas dengan penyelenggaraan program tersebut. Ia menilai koordinasi panitia, mulai dari penyambutan di Taman Mini Indonesia Indah hingga proses penjemputan di Masaran berjalan baik.

“Secara umum program ini sudah sangat membantu dan pelayanannya juga bagus. Ke depan mungkin fasilitas bus bisa ditingkatkan lagi, misalnya dengan menyediakan toilet di dalam bus. Namun secara keseluruhan kami sangat terbantu dengan adanya mudik gratis ini,” ucap dia. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....