Pemkab Sragen Siapkan 8 Bus Mudik Gratis, Unit Meningkat Kuota Sudah Penuh

  • 09 Mar 2026 15:15 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen kembali menggelar program mudik gratis bagi warga Bumi Sukowati yang merantau di Jakarta dan sekitarnya. Pada tahun ini, jumlah armada yang disiapkan mengalami peningkatan signifikan guna mengakomodasi antusiasme warga.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sragen, R. Suparwoto, mengungkapkan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan untuk memastikan pemberangkatan berjalan lancar. Setidaknya ada 8 bus yang sudah terkonfirmasi akan membawa pemudik menuju Sragen.

"Dari APBD Sragen tahun ini kami siapkan empat bus, jumlah ini naik dua kali lipat dibanding tahun lalu yang hanya dua bus. Selain itu, ada dukungan dari Baznas sebanyak tiga bus, serta satu bus tambahan dari Jasa Raharja. Jadi total yang sudah pasti dikoordinasikan ada 8 bus," ujar Suparwoto.

Selain delapan armada tersebut, terdapat potensi tambahan armada dari Pemprov Jateng dan Bank Jateng, sehingga total bus yang menuju Sragen diperkirakan mencapai 11 unit.

Rombongan mudik gratis ini dijadwalkan berangkat secara bersama-sama dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada tanggal 16 Maret pukul 09.00 WIB. Pemberangkatan rencananya akan dilakukan langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Rombongan diperkirakan tiba di Sragen pada sore hari di tanggal yang sama. Prosesi penjemputan secara seremonial akan dilaksanakan oleh Bupati Sragen di Kantor Pemda Terpadu," kata dia.

Mengenai pendaftaran, Suparwoto menjelaskan bahwa seluruh kuota untuk bus yang dikelola Pemkab (APBD) dan Baznas sudah terisi penuh. Proses pendataan dilakukan melalui paguyuban warga Sragen yang ada di Jakarta.

"Informasi yang kami terima kuotanya sudah full, bahkan ada yang masuk daftar tunggu (waiting list). Kami fokus memfasilitasi kepulangan mereka ke kampung halaman, sementara untuk arus balik diserahkan kepada masing-masing warga," katanya menjelaskan.

Untuk mendukung program ini, Pemkab Sragen mengalokasikan anggaran sewa armada yang kompetitif. Suparwoto menyebutkan biaya sewa per unit bus berkisar antara Rp13 juta hingga Rp14 juta untuk durasi operasional selama dua hari.

Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi warga Sragen di perantauan serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat penggunaan kendaraan roda dua saat musim mudik.

Suparwoto menjelaskan progam ini hanya untuk penjemputan pemudik kembali ke daerah asal. Sementara untuk kembalinya ke perantauan nantinya secara mandiri.

"Kalau kembalinya ya diserahkan ke masing-masing pribadi. Karena ada yang di Sragen tig hari empat hari. Jadi kan tidak sama, maka yang difasilitasi hanya kepulangan saja." MI

Rekomendasi Berita