KKN UNS Melestarikan Budaya Melalui Program Batik Ceria
- 01 Sep 2025 16:08 WIB
- Surakarta
KBRN, Ngawi: “Batik Ceria, Belajar dan Berkarya” merupakan salah satu program kerja KKN UNS 237 yang telah dilaksanakan pada Jum’at (15/8/2025). Program ini dilaksanakan di SD N 1 dan 2 Rejuno, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi dengan peserta yaitu siswa kelas 6 dari kedua SD tersebut.
Kegiatan ini dilaksanakan guna meningkatkan pengetahuan serta kesadaran siswa akan betapa bernilainya produk kebudayaan yang telah kita miliki. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi belajar dan berkarya.
Sesi pertama diawali dengan sesi belajar, yang merupakan kegiatan pembelajaran interaktif. Dimana siswa diberikan materi mengenai sejarah, arti dan fungsi batik, serta bagaimana tahapan dan tatacara membatik sederhana lengkap dengan alat dan bahannya.
Sesi berikutnya dilanjut dengan sesi berkarya, dimana para siswa melakukan praktik secara langsung bagaimana cara membatik seperti yang telah dijelaskan pada sesi sebelumnya. Setiap siswa diberikan sebuah kain mori putih yang telah dipola oleh tim KKN UNS untuk selanjutnya siswa melakukan proses pencantingan (mencanting) sesuai pola yang ada.
Setelah proses mencanting selesai, selanjutnya ialah memasuki proses pewarnaan dengan teknik celup. Kain yang sudah memiliki pola batik dari proses pencantingan, selanjutnya dilakukan proses pewarnaan dengan teknik celup langsung ke dalam wadah berisi cairan pewarna yang sudah disiapkan.
Proses akhir seperti pengeringan, nglorod, dan pelapisan waterglas langsung diambil alih oleh tim KKN karena memakan waktu yang cukup lama. Hasil akhir dari praktik pembuatan batik ini dibagikan kembali kepada seluruh siswa sebagai tanda apresiasi dengan tujuan meningkatkan kepedulian serta semangat untuk terus melestarikan warisan budaya yang telah kita miliki.
Kegiatan Batik Ceria bukan hanya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa, tetapi juga sebagai upaya untuk melestarikan budaya melalui kegiatan interaktif. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk menggali kreativitas siswa melalui sarana membatik, dimana pada akhir kegiatan para siswa akan menghasilkan satu buah produk batik pada kain mori.
Program ini berjalan dengan sukses karena didukung oleh partisipasi dan antusiasme penuh dari siswa serta guru dari awal hingga akhir kegiatan.