Event Marathon Dongkrak Ekonomi dan Sport Tourism Surabaya

  • 04 Okt 2026 17:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Gelaran marathon di Kota Surabaya dinilai mampu meningkatkan geliat ekonomi sekaligus memperkuat posisi kota sebagai destinasi sport tourism. Kehadiran hampir 11.000 pelari dari dalam dan luar daerah turut menggerakkan sektor akomodasi, transportasi, kuliner, UMKM, hingga pusat oleh-oleh.

Jumlah peserta meningkat dari sekitar 9.000 pelari pada 2025 menjadi hampir 11.000 pelari pada 2026. Sebanyak 61 persen peserta berasal dari Surabaya, sedangkan 39 persen lainnya datang dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, Jabodetabek, Jepang, India, Filipina, dan Singapura.

“Harapan kami, gelaran Surabaya ISOPLUS Marathon 4 Oktober dapat lebih lagi menyumbang pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya tahun 2026. Kami berharap kehadiran ribuan pelari dari berbagai daerah turut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha dan masyarakat Surabaya,” ujar Joshua Gunawan, Head of Ready to Drink Beverages Category, WINGS Group Indonesia, Minggu 4 Oktober 2026.

Pengalaman penyelenggaraan tahun sebelumnya menunjukkan dampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah, dengan seluruh hotel di Surabaya disebut terisi penuh selama pelaksanaan acara. Okupansi hotel di kawasan Surabaya Pusat mencapai 100 persen, sementara Tingkat Penghunian Kamar Kota Surabaya pada Oktober 2025 tercatat 50,75 persen, naik 4,56 poin dibanding September.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya yang sangat mendukung kelancaran event ini. Pemerintah Kota Surabaya bahkan memperbaiki jalur yang dilintasi pelari agar memenuhi standar kenyamanan dan safety,” lanjutnya.

Selain menggerakkan perekonomian, event lari tersebut juga memperkuat citra Surabaya sebagai kota olahraga dan destinasi wisata. Rute perlombaan melewati sejumlah ikon kota seperti Tugu Pahlawan, Tugu Bambu Runcing, Hotel Majapahit, Monumen Karapan Sapi, serta kawasan heritage lainnya, dengan dukungan cheering station dari warga.

“Terima kasih atas dukungan dari arek-arek Suroboyo, pada tanggal 4 Oktober 2026, kulonuwun, kami telah pinjam dulu jalannya, dan semoga acara ini telah membawa kebaikan bagi warga masyarakat,” tutup Joshua.

Kehadiran pelari dari berbagai daerah juga menjadi peluang bagi Surabaya untuk memperkenalkan karakter Kota Pahlawan melalui pengalaman langsung selama berada di kota. Gelaran tersebut sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan keramahan warga dan memperkuat kebanggaan terhadap Surabaya sebagai tuan rumah event olahraga berskala nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....