Pemkab Sampang Siapkan Lahan Enam Hektare untuk Wisata Mandangin

  • 16 Agt 2026 06:04 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Pemkab Sampang menyiapkan lahan 6 hektare di Pulau Mandangin untuk dikelola BUMDes dan dikembangkan sebagai kawasan wisata.
  • Pengembangan pariwisata ditargetkan mendorong pertumbuhan UMKM dan kemandirian ekonomi masyarakat Pulau Mandangin.
  • HCML menyiapkan roadmap pemberdayaan masyarakat, termasuk pelatihan UMKM dan pengembangan potensi wisata lokal.

RRI.CO.ID, Sampang - Pemkab Sampang mendorong pengembangan Pulau Mandangin sebagai kawasan pariwisata berbasis potensi lokal dan budaya masyarakat. Bupati Sampang Slamet Junaidi mengatakan, pengembangan pariwisata menjadi salah satu fokus pemanfaatan lahan pinjam pakai seluas enam hektare di Pulau Mandangin.

“Secepatnya, Insya Allah minggu depan kita akan serahkan kepada pengelola desa, sehingga bisa dikelola oleh BUMDes,” kata Slamet, usai menghadiri Festival Mandangin Bergema, di Pulau Mandangin, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurutnya, pengelolaan lahan tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata dan UMKM. “Karena ketika pariwisata tumbuh, UMKM-nya akan tumbuh. Ketika tumbuh, maka kemandirian ekonominya sesuai dengan harapan kita bersama,” ujarnya.

Slamet mengatakan, Pemkab Sampang juga terus berupaya agar Pulau Mandangin memperoleh manfaat lebih besar dari aktivitas hulu migas. Ia berharap Pulau Mandangin dapat dikategorikan sebagai daerah penghasil migas sehingga memperoleh Dana Bagi Hasil secara langsung untuk pembangunan masyarakat.

“Kalau kita dikategorikan daerah penghasil, maka DBH-nya akan kita fokuskan kepada Pulau Mandangin, sehingga Mandangin bisa makin berkembang,” katanya.

Deretan perahu nelayan warga Pulau Mandangin bersandar di perairan pesisir, dengan bendera berkibar menjelang rangkaian Festival Pesisir #5 “Mandangin Bergema”. (Foto: RRI/ Ermina)

Sementara itu, Manager Regional Office and Relation HCML Hamim Tohari mengatakan, Festival Pesisir kelima bertajuk Mandangin Bergema merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat. “Kita ingin apa yang sudah kita lakukan itu bisa terus berlanjutan. Makanya program-program kita fokus kepada program yang mengenerate income,” kata Hamim.

Menurut Hamim, kegiatan tersebut juga menjadi upaya mengangkat kembali sejarah dan budaya Pulau Mandangin melalui keterlibatan masyarakat lokal. “Mereka menggali cerita-cerita atau hikayat-hikayat yang tersembunyi di Pulau Mandangin ini dan dituangkan dalam sebuah aksi seni,” ujarnya.

Hamim menjelaskan, seluruh penampil dalam pertunjukan tersebut berasal dari masyarakat Pulau Mandangin, mulai penari hingga pemeran drama. “Yang menari, yang menjadi drama, menjadi aktor, itu adalah masyarakat sini sendiri, supaya bisa memiliki,” katanya.

Ia menambahkan, HCML telah memiliki roadmap pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pengembangan potensi wisata Pulau Mandangin. “Kita mesti buat UMKM-nya dulu, buat masyarakat sini siap dulu. Ini sudah ada beberapa kelompok yang kita latih,” ujarnya.

Hamim menyebut Pulau Mandangin memiliki sejumlah potensi wisata, termasuk spot bawah laut dan kelompok penyelam yang telah menarik penyelam dari luar daerah. Ia menilai, penguatan promosi dan sinergi dengan pemerintah daerah diperlukan agar potensi tersebut dapat berkembang menjadi sumber pendapatan masyarakat.

“Kalau Pokdarwis sudah siap, kemudian pariwisata sudah siap, kita tinggal lepas landas,” katanya.

Festival Pesisir kelima Mandangin Bergema sendiri melibatkan masyarakat lokal dalam proses persiapan hingga pelaksanaan selama sekitar tiga bulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....