"Senang Riang Lagu Anak Lokananta" Jadi Alternatif Wisata Edukatif di Akhir Liburan

  • 09 Jul 2026 09:00 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Galeri Lokananta menghadirkan pameran temporer
  • Pameran ini diinisiasi oleh musisi dan tour guide Gutami Hayu untuk mengenalkan kembali lagu-lagu anak klasik Indonesia yang semakin jarang diperdengarkan di ruang belajar formal maupun nonformal.
  • Pameran menampilkan lagu-lagu legendaris seperti

RRI.CO.ID, Surabaya - Menjelang berakhirnya masa liburan sekolah, Galeri Lokananta menghadirkan pameran temporer "Senang Riang Lagu Anak Lokananta" sebagai alternatif wisata edukatif bagi anak dan keluarga. Pameran yang berlangsung di Ruang Rame Dendang, Galeri Lokananta, ini dapat dikunjungi hingga 31 Juli 2026.

Berdasarkan informasi yang diunggah melalui akun Instagram resmi @lokanantabloc, pameran tersebut diinisiasi oleh musisi sekaligus tour guide Galeri Lokananta, Gutami Hayu. Gagasan itu berangkat dari kegelisahannya melihat lagu anak yang kini semakin jarang diperdengarkan, baik di ruang belajar formal maupun nonformal.

Melalui pameran ini, pengunjung diajak mengenal kembali sejumlah lagu anak yang pernah menjadi bagian dari katalog Lokananta, seperti "Boneka Baru", "Rasa Sayange", dan "Bangun Pagi". Lagu-lagu tersebut disajikan melalui instalasi visual, audio, serta materi arsip yang dapat dinikmati secara interaktif oleh anak maupun orang dewasa.

Salah satu materi pameran mengangkat kisah lagu "Potong Bebek Angsa". Dalam keterangan yang ditampilkan di galeri disebutkan, lagu tersebut pertama kali diperkenalkan pada 1962 saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games. Ketika itu, Presiden Soekarno mengusulkan agar sejumlah lagu daerah dikompilasikan dalam empat album bertajuk Asian Games: Souvenirs from Indonesia sebagai bentuk persahabatan dengan negara-negara peserta.

Lagu "Potong Bebek Angsa" kemudian berkembang menjadi salah satu lagu anak yang dikenal luas di Indonesia. Selain itu, Lokananta juga merilis berbagai lagu anak lainnya, seperti "Burung Kakatua", "Nina Bobo", dan "Tja Tja Maritja". Seluruh arsip lagu tersebut kemudian diolah kembali oleh Gutami Hayu bersama sejumlah musisi dan seniman Surakarta menjadi materi utama dalam pameran.

Pameran ini juga menampilkan sejumlah koleksi arsip rekaman yang pernah diproduksi Lokananta. Salah satunya adalah karya musik dari band Remadja Bahana, yang menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan musik anak di Indonesia.

Selain menjadi ruang nostalgia bagi orang dewasa, pameran ini juga memperkenalkan kembali lagu-lagu anak kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih interaktif. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi media edukasi sekaligus mengenalkan kembali kekayaan arsip musik anak yang dimiliki Lokananta kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....