Menilik Tunnel Joyoboyo: Hubungkan Transportasi dan Edukasi

  • 12 Jun 2026 20:45 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Kota Surabaya kembali menorehkan sejarah baru dalam penataan tata kota dan pariwisata. Sejak resmi beroperasi pada akhir Desember 2024 lalu, Tunnel Joyoboyo kini menjadi salah satu ikon infrastruktur modern yang paling menyedot perhatian warga lokal maupun wisatawan luar kota.

Bukan sekadar terowongan penyeberangan biasa, infrastruktur bawah tanah pertama di Kota Pahlawan ini berhasil mengubah wajah kawasan Joyoboyo menjadi jauh lebih rapi, asri, dan ramah pejalan kaki.

Sebelum adanya terowongan ini, kawasan di sekitar Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dan Kebun Binatang Surabaya (KBS) kerap menjadi titik jenuh kemacetan, terutama saat akhir pekan atau musim libur nasional. Wisatawan yang memarkirkan kendaraannya di TIJ harus bertaruh keselamatan menyeberangi jalanan yang padat untuk menuju ke KBS.

Dilansir dari Gapura Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi mengambil langkah konkret dengan membangun tunnel sepanjang kurang lebih 160–170 meter ini. Menghabiskan anggaran sekitar Rp31 miliar, proyek ini dirancang dengan lebar 4 meter dan tinggi mencapai 3,25 meter. Fungsinya jelas: memindahkan arus pejalan kaki ke bawah tanah demi menjamin keselamatan, sekaligus mengurai simpul kemacetan di atasnya.

Masuk ke dalam Tunnel Joyoboyo, pengunjung tidak akan merasakan suasana bawah tanah yang pengap atau gelap. Sebaliknya, Pemkot Surabaya menyulap interior terowongan ini layaknya galeri modern yang interaktif dengan konsep basement mirip Alun-Alun Surabaya.

Dinding-dinding terowongan dilengkapi dengan teknologi Video Mapping modern yang menampilkan visualisasi satwa bergerak, mulai dari zona reptil, burung, hingga mamalia besar. Pengalaman tersebut kian hidup berkat adanya efek suara (backsound) alam dan replika suara binatang, yang memberikan edukasi awal bagi anak-anak sebelum mereka benar-benar menginjakkan kaki di dalam KBS.

"Suasananya modern sekali, anak-anak tidak bosan berjalan kaki karena ada hiburan video mapping satwa dan suara-suara hewan sepanjang jalan. Keluar terowongan, kita langsung disambut pintu masuk selatan KBS," Vera, salah satu pengunjung asal Jakarta.

Tunnel Joyoboyo juga dirancang sebagai fasilitas publik yang inklusif. Bagi lansia, ibu hamil, maupun penyandang disabilitas, pengelola menyediakan akses lift untuk turun ke lantai dasar terowongan serta ubin taktil (guiding block) di sepanjang jalur.

Bagi wisatawan yang membawa kendaraan pribadi, Anda cukup memarkirkan kendaraan di gedung parkir TIJ yang berkapasitas ratusan unit roda dua dan roda empat, lalu berjalan kaki dengan nyaman melalui terowongan ini tanpa perlu kepanasan atau kehujanan. Ke depan, lorong ini juga diproyeksikan menjadi wadah bagi produk-produk UMKM kreatif lokal anak muda Surabaya.

Bagi Anda yang sedang berada di Surabaya atau merencanakan liburan, menjajal sensasi berjalan di Tunnel Joyoboyo menuju Kebun Binatang Surabaya tentu wajib masuk ke dalam daftar rencana perjalanan Anda!

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....