Hardiknas, Kampung Ilmu Surabaya Sepi Pengunjung
- 02 Mei 2026 20:10 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kampung Ilmu menjadi salah satu destinasi wisata edukasi di Kota Surabaya tampak sepi pengunjung. Pada momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), hanya beberapa stan saja yang buka.
Kampung ini, digadang gadang menjadi salah satu wisata literasi, ditengah derasnya buku digital. Berbagai jenis buku dapat ditemukan disini, mulai dari buku pelajaran, untuk mahasiswa, hingga novel maupun bacaan lainnya.
Tidak hanya warga Surabaya, Kampung Ilmu juga menjadi jujukan warga luar kota. Salah satunya Amira warga Mojokerto, yang sengaja mencari buku di tempat ini.
“Alasannya karena lengkap, semuanya ada,” katanya saat ditemui RRI Surabaya di kawasan Kampung Ilmu, Sabtu 2 Mei 2026.
Meski sepi pengunjung, pedagang mengaku masih terbantu dengan penjualan online. Titin, salah satu pedagang buku di Kampung Ilmu merasa bersyukur, karena pembeli secara online datang dari berbagai daerah.
“Kalau pengunjungnya sudah gak ada, mungkin satu, dua, tiga aja yang datang. Kalau disini pasarnya online sekarang,” ceritanya.
Kondisi Kampung Ilmu yang tidak seramai dulu, mendapat perhatian Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono. Menurutnya, Kampung Ilmu butuh fasilitas duduk yang nyaman, agak menarik minat pelajar.
“Di sini perlu difasilitasi tempat-tempat untuk mereka duduk-duduk, kongko-kongko, sambil baca buku. Supaya seluruh masyarakat Surabaya atau generasi muda kita yang ada di Surabaya itu jadi pintar-pintar semua,” katanya.
Ia juga menyoroti halaman Kampung Ilmu yang kurang representatif, permukaan tidak rata dan tidak diplester. Sehingga saat hujan kondisi kotor berlumpur, yang membuat orang makin enggan berkunjung.
“Ini paving-nya tidak ada. Jadi ini kalau hujan becek banget ya, siapa yang mau ke sini gitu loh. Jadi ini yang saya sampaikan kepada teman-teman yang ada di Gerindra DPRD, kita dorong untuk perbaiki ini,” tegasnya.
Bambang Haryo mendorong agar Kampung Ilmu bisa tetap eksis dan makin diminati para pelajar, mulai dari SD sampai SMA, bahkan mahasiswa. Ia menyarankan untuk mengadopsi Taman Pintar yang ada di Jogjakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....