​Dragon Boat Carnival Mojokerto Perkuat Wisata Budaya Bahari

  • 15 Des 2025 20:47 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Mojokerto: Sungai Ngotok di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kota Mojokerto, menjadi panggung perhelatan Dragon Boat Carnival 2025, Senin (15/12). Ajang ini menegaskan penguatan konsep wisata budaya berbasis olahraga bahari, dengan menggabungkan kompetisi dayung perahu naga dan promosi kawasan bersejarah Majapahit.

Sebanyak 15 tim ambil bagian dalam kejuaraan tersebut, di antaranya PODSI Kabupaten Mojokerto, PODSI Kabupaten Bangkalan, Pasukan Marinir (Pasmar) 2, serta PODSI Kota Mojokerto. Para pendayung memperlihatkan kekompakan dan ketangguhan dalam setiap lintasan, menghadirkan kompetisi yang berlangsung kompetitif sekaligus menjunjung tinggi sportivitas.

"Dengan mengusung tema “Mengarungi Samudra, Menggenggam Nusantara”, kegiatan ini bertujuan merefleksikan semangat persatuan dan jati diri bangsa maritim," kata Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi, yang mewakili Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meresmikan kegiatan tersebut.

Menurut Arisandi, pemilihan Taman Bahari Mojopahit sebagai lokasi kegiatan tidak terlepas dari karakter kawasan tersebut sebagai ruang publik tematik yang merepresentasikan sejarah dan budaya Majapahit.

"Kawasan ini tidak hanya menjadi arena olahraga bahari, tetapi juga sarana edukasi sejarah dan destinasi wisata air yang rekreatif," ujarnya.

Pemkot Mojokerto, lanjut dia, menempatkan Taman Bahari Mojopahit sebagai ruang aktualisasi sport tourism yang diharapkan berkembang menjadi ikon wisata kota. Melalui ajang ini, olahraga dayung tidak hanya diposisikan sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai medium promosi pariwisata dan penggerak ekonomi masyarakat sekitar.

Dragon Boat Carnival 2025 dimenangkan oleh tim A Pasmar 2 sebagai juara pertama, disusul PODSI Kabupaten Bangkalan di posisi kedua dan tim B Pasmar 2 sebagai juara ketiga. "Sementara itu, gelar juara kontes diraih oleh tim PODSI Kota Mojokerto," terangnya.

Selain perlombaan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon di kawasan Taman Bahari Mojopahit sebagai bentuk kepedulian lingkungan dan upaya menjaga kelestarian sungai.

"Panitia juga menggelar penggalangan dana bagi korban bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatra, sebagai wujud solidaritas dan empati sosial," ungkapnya.

Perhelatan ini menegaskan komitmen Kota Mojokerto dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan olahraga. "Sekaligus memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata bahari yang berakar pada sejarah nasional," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....