Bappenas Soroti Wisata Rawan Bencana di Indonesia

  • 06 Nov 2025 20:09 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyoroti lemahnya kesadaran risiko bencana di sektor pariwisata Indonesia. Padahal, sektor ini digadang menjadi salah satu penopang ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Dr. Wignyo Adiyoso, Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan SDM Perencanaan Pembangunan (Kapusbindiklatren) Bappenas, masih banyak destinasi wisata yang belum memiliki strategi mitigasi jelas saat terjadi bencana. Akibatnya, ketika bencana datang, aktivitas wisata terhenti total dan ekonomi daerah ikut lumpuh.

“Ironisnya, begitu terjadi bencana, daerah wisata hampir mati,” kata Wignyo saat menjadi pembicara dalam seminar internasional di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, Rabu (5/11/2025).

Ia menegaskan, pariwisata memang menjadi andalan ekonomi nasional, tetapi belum banyak yang memperhitungkan risiko bencana dalam perencanaannya.

Seminar internasional bertema Kewaspadaan dan Kesadaran Pariwisata Berbasis Bencana serta Ekowisata Berkelanjutan itu merupakan kolaborasi antara Fakultas Ilmu Administrasi Unitomo dengan Bappenas, Universitas Wako Jepang, dan Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI).

Dalam kesempatan itu, Wignyo juga menyoroti minimnya komitmen media massa dalam mendukung upaya mitigasi bencana.

“Media lebih tertarik memberitakan gempa atau tsunami besar karena dianggap menarik bagi publik. Padahal, efeknya bisa menurunkan minat investor,” ujarnya.

Ia menilai perlu adanya strategi komunikasi risiko yang tepat, agar publik tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan, serta menjaga sektor pariwisata tetap tangguh dan berkelanjutan di daerah rawan bencana.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....