Dialog Jagongan RRI Soroti Pentingnya Wisata Sejarah Sekolah

  • 04 Jul 2025 22:56 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Program Jagongan Pro 4 RRI Surabaya menghadirkan anggota Komunitas Begandring Soerabaia, Achmad Zaki Yamani, membahas pentingnya wisata sejarah saat libur sekolah.

Zaki menilai, masa liburan sekolah menjadi waktu yang tepat bagi pelajar untuk mengenal sejarah secara langsung melalui kunjungan ke situs-situs bersejarah.

“Sejarah itu tergantung siapa yang memberi edukasi. Kalau dulu membuat siswa ngantuk, itu karena kurang inovatif,” ujarnya dalam siaran Jagongan Pro 4.

Menurutnya, wisata sejarah harus menghadirkan unsur edukatif sekaligus rekreatif. Kombinasi keduanya akan membuat pengalaman belajar sejarah menjadi menyenangkan dan berkesan.

Zaki menekankan pentingnya penyesuaian materi sejarah dengan usia pelajar. Anak-anak harus diberi kebebasan memilih bentuk wisata yang sesuai minatnya, tanpa paksaan.

“Kalau muatannya terlalu berat, anak akan merasa jenuh. Edukasi dan rekreasinya harus seimbang,” jelasnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa Surabaya memiliki potensi besar dalam wisata sejarah. Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya telah menyediakan banyak pilihan wisata sejarah yang mudah dijangkau masyarakat.

“Jangan sampai jati diri Surabaya sebagai Kota Pahlawan pudar. Wisata sejarah di sini sudah disiapkan secara luas untuk publik,” katanya.

Namun, lanjut Zaki, pengembangan wisata sejarah tetap harus didukung prinsip Sapta Pesona: aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan berkesan. Ketujuh unsur ini menjadi pilar utama dalam membangun destinasi yang menarik dan bertanggung jawab.

Ia menekankan bahwa penerapan Sapta Pesona bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga butuh keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha pariwisata.

“Anak-anak memang bebas memilih liburan ke mana saja, tapi pengenalan wisata sejarah bisa dilakukan saat mereka masih aktif sekolah,” terangnya. Salah satu caranya melalui program Pendidikan Luar Sekolah (PLS), yang memungkinkan pelajar mengenal sejarah secara langsung di lapangan.

Zaki berharap sekolah turut berperan aktif memberi arahan pada siswa untuk memanfaatkan libur dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Ini menjadi upaya membentuk memori kolektif sejarah sejak dini.

“Meskipun sedang rekreasi, tetap harus ada manfaat. Wisata sejarah bisa jadi pengalaman seru sekaligus menambah wawasan,” kata Zaki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....