Kereta Api Jadi Primadona, Ini Sejarahnya di Surabaya
- 11 Mei 2025 18:44 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Kereta api kini menjadi moda transportasi primadona bagi masyarakat, baik untuk bekerja, liburan, maupun aktivitas lainnya. Namun, tahukah Anda bahwa sejarah kereta api di Surabaya memiliki cerita panjang yang dimulai lebih dari satu abad lalu?
Dilansir dari Wikipedia, pada tanggal 16 Mei 1878, jalur kereta api Surabaya–Pasuruan resmi dibuka oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Jalur sepanjang 63 km ini menjadi jalur kereta api pertama yang dibangun oleh SS di Jawa Timur, menghubungkan Surabaya dengan Pasuruan melalui Sidoarjo dan Bangil. Pembangunan jalur ini bertujuan untuk mendukung pengangkutan hasil bumi dan perkebunan, terutama gula, dari daerah pedalaman Jawa Timur ke Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Dengan adanya jalur ini, distribusi hasil perkebunan menjadi lebih efisien dan cepat, mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Bersamaan dengan peresmian jalur ini, Stasiun Surabaya Kota yang dikenal juga dengan sebutan Stasiun Semut juga mulai beroperasi. Stasiun ini menjadi stasiun pertama yang dibangun oleh SS di Surabaya dan Jawa Timur.
Sementara itu, dikutip dari laman lapispahlawan.co.id, Nama "Stasiun Semut" berasal dari lokasi stasiun yang berada di Kampung Semut. Stasiun ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui surat keputusan Nomor 188.45/251/402.1.04/1996, tanggal 26 September 1996.
Peresmian jalur kereta api Surabaya–Pasuruan dan Stasiun Surabaya Kota menandai awal perkembangan jaringan perkeretaapian di Jawa Timur. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam sejarah transportasi Indonesia, membuka akses dan konektivitas antarwilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Hingga kini, jalur dan stasiun ini masih berfungsi dan menjadi bagian dari jaringan kereta api nasional yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia. Keberadaannya tidak hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai warisan sejarah yang mencerminkan perkembangan infrastruktur di masa kolonial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....