Destinasi Wisata Manfaatkan Augmented Reality (AR), Mana Saja?
- 11 Feb 2025 11:13 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Beberapa destinasi wisata di Indonesia kini memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) untuk menarik pengunjung. Teknologi ini memberikan pengalaman interaktif dengan menampilkan informasi tambahan secara real-time. Destinasi seperti Monas di Jakarta, Candi Borobudur, hingga Agung Rai Museum of Art di Bali telah menerapkan AR untuk meningkatkan daya tarik wisata.
Augmented Reality (AR) menggabungkan objek maya dua atau tiga dimensi dengan lingkungan nyata, menciptakan pengalaman yang lebih imersif bagi pengunjung. Teknologi ini memungkinkan wisatawan mendapatkan informasi tambahan terkait objek wisata secara langsung melalui perangkat seperti ponsel pintar.
Menurut laman solmet.kemdikbud.go.id, AR dapat diterapkan pada berbagai bidang, termasuk pariwisata, pendidikan, dan industri. Dalam sektor wisata, AR memberikan nilai lebih dengan memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan objek atau situs bersejarah.
Beberapa tempat wisata di Indonesia yang telah mengadopsi teknologi AR adalah Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Candi Borobudur di Jawa Tengah, Agung Rai Museum of Art (ARMA) di Bali, dan Museum Situs Manusia Purba Sangiran. Di lokasi-lokasi tersebut, pengunjung dapat memanfaatkan ponsel mereka untuk melihat informasi tambahan atau visualisasi objek yang tidak terlihat secara langsung.
Penggunaan AR di sektor wisata semakin relevan mengingat tingginya penggunaan perangkat mobile di Indonesia. Kebanyakan masyarakat sudah memiliki ponsel pintar yang mendukung aplikasi AR, menjadikan teknologi ini mudah diakses oleh berbagai kalangan.
Diharapkan dengan penerapan teknologi AR, destinasi wisata Indonesia dapat semakin menarik dan menawarkan pengalaman yang lebih mendalam bagi pengunjung. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....