UMKM Surabaya Terbukti Bangkitkan Perekonomian

  • 16 Mei 2024 21:15 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Usaha Mikro Kecil dan Menengah tumbuh menjadi penopang ekonomi bangsa. Divisi Edukasi, Dokumentasi dan Publikasi UMKM Rukun Manunggal Kecamatan Sukomanunggal Deddy Adam Yanuar, mengatakan, keberadaan UMKM di Indonesia khususnya di Surabaya telah terbukti membangkitkan perekonomian di tengah masa sulit sekalipun.

" Pertumbuhan UMKM saat ini menunjukkan tren positif bahkan saat covid-19 kemarin sektor inilah yang paling bisa bertahan bahkan sekarang kalau dilihat dari prosepeknya masih sangat menjanjikan apalagi dengan banyaknya peluang yang diberikan bagi perkembangan pelaku usaha di kota pahlawan," terangnya saat di wawancarai RRI Surabaya Senin (13/5/2024).

Ia mencontohkan dari total UMKM binaan Rukun Manunggal yang jumlahnya 1500an lebih pelaku usaha itu bisa menciptakan lapangan kerja baru bahkan meningkatkan pendapatan masyarkat. " Sebagian besar pelaku UMKM di Surabaya adalah ibu rumah tangga dan sudab terbukti juga bisa menciptakan lapangan kerja baru dan kalau ditanyai soal berapa omset rata - rata mengaku cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup," ucapnya.

Apalagi saat ini kata Deddy, pemerintah kota Surabaya memberikan peluang yang cukup besar bagi pelaku UMKM di wilayahnya agar dapat terus tumbuh dan menyokong perekonomian kota. Namun diakuinya tantangan digitalisasi yang seharusnya memudahkan justru menjadi pekerjaan rumah yang harus disosialisasikan kepada para pelaku usaha.

" Pelatihan banyak digelar untuk bekal pengusaha, masalahnya tidak semua melek teknologi ini yang menjadi tantangan sehingga harus terus dibina dan didampingi karena kalau pakai teknologi seperti media sosial jangkauan pasarnya lebih luas tapi belum semuanya bisa makanya ini PR banget," kata Deddy.

Dilansir dari laman resmi Kementrian Keuangan RI Direkorat Jenderal Perbendaharaaan menyebut UMKM yang ada di Indonesia, sebagian besar merupakan kegiatan usaha rumah tangga yang dapat menyerap banyak tenaga kerja. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, di Indonesia pada tahun 2019, terdapat 65,4 juta UMKM. Dengan jumlah unit usaha yang sampai 65,4 juta dapat menyerap tenaga kerja 123,3 ribu tenaga kerja. Ini membuktikan bahwa dampak dan kontribusi dari UMKM yang sangat besar terhadap pengurangan tingkat pengangguran di Indonesia. Dengan semakin banyaknya keterlibatan tenaga kerja pada UMKM itu akan membantu mengurangi jumlah pengangguran di negara ini.

Saat ini, UMKM sedang dalam tren yang positif dengan jumlahnya yang terus bertambah setiap tahunnya. Tren positif ini akan berdampak baik bagi perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi UMKM terhadap PDB Nasional sebesar 60,5%. Ini menunjukkan bahwa UMKM yang ada di Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan hingga dapat berkontribusi lebih besar lagi bagi perekonomian.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....