Lulusan SMA Bangun Usaha Preloved Berbekal Kejujuran
- 14 Jul 2026 14:48 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Usia muda tidak menghalangi Muhammad Zakky Ardiyansyah memulai usaha dan belajar mandiri melalui bisnis pakaian preloved. Lulusan SMA Antartika Sidoarjo itu mengembangkan usaha bernama Cokbus.id dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace. Zakky menceritakan perjalanan usahanya dalam program Muda Kreatif Pro 2 RRI Surabaya. Ia mulai mengenal bisnis pakaian preloved sekitar dua tahun lalu, ketika masih berstatus pelajar.
Kesibukan sekolah membuat Zakky belum dapat menjalankan usahanya secara penuh. Ia biasanya memanfaatkan akhir pekan untuk mencari barang di wilayah Sidoarjo dan Surabaya. Keinginan mendapatkan penghasilan sendiri menjadi salah satu alasan Zakky menekuni bisnis tersebut. Menurutnya, masa muda merupakan waktu tepat untuk mengeksplorasi peluang dan belajar menjadi lebih mandiri.
“Saya tidak mau merepotkan orang tua, apalagi umur seperti ini seharusnya banyak mengeksplorasi berbagai hal,” kata Zakky. Ia melihat aktivitas mencari barang sekaligus berjualan sebagai pengalaman yang menyenangkan dan menghasilkan.
Awal ketertarikannya muncul setelah menemukan toko yang menawarkan program penjualan khusus dengan harga terjangkau. Pembeli bisa memperoleh beberapa pakaian sekaligus dan berpeluang menemukan produk bermerek bernilai lebih tinggi.
Peluang tersebut membuat Zakky mencoba membeli pakaian untuk dijual kembali. Ia bahkan pernah datang sejak pukul 07.00 WIB, meskipun toko baru dibuka pukul 10.00 WIB. Menurut Zakky, persaingan mendapatkan barang berkualitas membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Penjual juga harus memahami kondisi, kelangkaan, merek, serta harga pasar setiap produk.
Zakky tidak hanya menjual pakaian melalui satu kanal pemasaran. Ia memanfaatkan Instagram, TikTok, WhatsApp, Carousell, dan beberapa marketplace untuk menjangkau calon pembeli. Sebelumnya, Zakky juga pernah memanfaatkan fitur siaran langsung TikTok untuk menawarkan produk. Strategi digital tersebut membantunya memahami karakter calon pelanggan dan perkembangan pasar pakaian preloved.
Nama Cokbus.id sendiri berasal dari singkatan “cocok, bungkus”. Nama tersebut menggambarkan harapan agar pelanggan segera membeli barang setelah menemukan produk yang sesuai. Dalam menentukan harga, Zakky tidak sekadar mengambil keuntungan berdasarkan keinginan pribadi. Ia melakukan riset melalui sesama penjual, media sosial, dan referensi harga dari pasar luar negeri.
Riset menjadi penting karena setiap produk preloved mempunyai nilai berbeda. Kelangkaan barang, kondisi fisik, merek, dan permintaan pasar dapat memengaruhi harga penjualan. Ia pernah menemukan jaket dengan harga sekitar Rp20 ribu dari seorang penjual. Setelah memeriksa nilai pasarnya, Zakky mengetahui harga ritel produk tersebut mencapai lebih dari Rp1 juta.
Namun, ia tidak langsung menjual barang tersebut seperti produk baru. Kondisi barang tetap menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan harga yang dinilai sesuai. Zakky juga membersihkan produk yang membutuhkan perawatan sebelum ditawarkan kepada pelanggan. Proses tersebut dilakukan melalui pencucian atau layanan dry cleaning demi menjaga kenyamanan pembeli.
“Kalau kondisinya sudah kotor, saya laundry karena itu untuk kenyamanan pelanggan,” ujarnya. Menurutnya, kualitas pelayanan menentukan kemungkinan pelanggan kembali melakukan pembelian.
Ia juga memilih tidak menjual pakaian dengan kerusakan berat pada bagian yang sulit diperbaiki. Kerusakan kecil masih dapat ditangani apabila proses perbaikannya menghasilkan kondisi yang tetap layak. Bagi Zakky, tantangan terbesar dalam bisnis bukan sekadar menemukan barang bernilai tinggi. Menjaga kepercayaan pelanggan justru menjadi bagian paling penting dalam membangun usaha berkelanjutan.
Ia menilai penjual wajib menjelaskan setiap kekurangan produk, termasuk noda atau kerusakan kecil. Keterbukaan tersebut diperlukan karena pelanggan membeli barang yang sebelumnya telah digunakan. “Yang nomor satu dalam dunia bisnis itu kejujuran,” kata Zakky. Ia meyakini pelanggan lebih menghargai penjual yang terbuka mengenai kondisi sebenarnya.
Menurutnya, menyembunyikan kerusakan dapat membuat pelanggan kecewa dan enggan melakukan pembelian kembali. Sebaliknya, informasi produk yang jujur dapat membangun kepercayaan jangka panjang. Pengalaman sebagai pembeli turut membentuk prinsip tersebut dalam menjalankan Cokbus.id. Zakky pernah menerima barang yang disebut mulus, tetapi ternyata memiliki noda sulit dibersihkan.
Pengalaman itu membuatnya memahami pentingnya komunikasi antara penjual dan pembeli. Ia memilih menyampaikan kondisi produk secara rinci, meskipun berisiko membuat calon pelanggan membatalkan transaksi. Perjalanan Zakky menunjukkan bisnis dapat menjadi ruang belajar bagi generasi muda. Melalui Cokbus.id, ia mempelajari riset pasar, pemasaran digital, pelayanan pelanggan, dan pengelolaan kualitas produk.
Dari aktivitas yang awalnya dilakukan saat waktu luang, Zakky kini semakin serius mengembangkan usahanya. Ia membuktikan kreativitas, keberanian mencoba, dan kejujuran dapat menjadi modal penting bagi pengusaha muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....