Satu Dekade PEDALINDO, Komitmen Tak Luntur
- 27 Jul 2025 09:03 WIB
- Surabaya
KBRN, Sidoarjo: Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia (PEDALINDO) merayakan hari jadinya yang ke-10 dengan cara yang sederhana namun penuh makna.
Tanpa kemeriahan pesta, PEDALINDO memilih memaknai satu dekade perjuangannya dengan berbagi nasi kotak kepada masyarakat di depan Mapolresta Sidoarjo, Jumat (25/7/2025), sebagai bentuk rasa syukur dan apresiasi terhadap Polri.
“Pada HUT ke-10 ini, kami tetap fokus berjuang agar pelaku ekonomi kerakyatan bisa lebih sejahtera,” ujar Junius Bram, Founder, Ketua Dewan Pembina, sekaligus Ketua Umum PEDALINDO.
Dalam sambutannya, Bram menegaskan bahwa perayaan kali ini hanya dilakukan secara simbolik dengan pemotongan tumpeng, yang kemudian dilanjutkan dengan program andalan PEDALINDO Jumat Berkah, berupa pembagian nasi kotak kepada masyarakat dan pengguna jalan.
“Ini agak berbeda dari biasanya, karena kami membagikannya di depan Mapolresta Sidoarjo. Ini bentuk penghormatan dan terima kasih kami kepada jajaran kepolisian yang selama ini telah banyak membantu kami, orang-orang jalanan, agar tetap bisa bekerja dan mencari nafkah dengan tenang,” jelas Bram.
PEDALINDO yang berdiri sejak 2015 telah aktif menjadi suara bagi pelaku ekonomi informal, terutama pedagang kaki lima dan pelaku usaha mikro lainnya. Selama satu dekade, organisasi ini konsisten memperjuangkan hak-hak mereka melalui advokasi kebijakan, pelatihan kewirausahaan, hingga pendampingan hukum.
Komitmen PEDALINDO juga terlihat dalam kerja sama dengan pemerintah daerah dalam penataan ruang dagang, serta kolaborasi bersama sektor swasta untuk meningkatkan kualitas sarana dagang, seperti pengadaan gerobak higienis dan ramah lingkungan.
Perayaan satu dekade ini dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, demi terwujudnya ekonomi kerakyatan yang lebih inklusif, berdaulat, dan berkeadilan.
“Kami tidak akan berhenti. Selama pedagang kecil masih kesulitan hidup, kami akan terus berjuang. Ini bukan hanya tentang sepuluh tahun, tapi tentang masa depan ekonomi rakyat,” kata Bram mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....