Menyemai Benih Karakter, Menuai Masa Depan Bangsa
- 18 Mei 2026 09:23 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pentingnya pendidikan karakter dalam membangun masa depan bangsa menjadi salah satu pembahasan utama dalam dialog keagamaan di RRI Surabaya dengan tema “Menyemai Benih Karakter, Menuai Masa Depan Bangsa”. Hal tersebut diungkapkan oleh Nya Siti Zulaikha, selaku Muballighot Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa kebangkitan bangsa tidak hanya diukur melalui kemajuan ekonomi, pembangunan infrastruktur, maupun perkembangan teknologi, tetapi juga ditentukan oleh kualitas karakter generasi penerus bangsa. Menurutnya, karakter menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat, berintegritas, dan memiliki nilai moral yang baik.
Dalam pandangan Islam, karakter identik dengan akhlakul karimah atau akhlak mulia yang menjadi salah satu tujuan utama diutusnya Nabi Muhammad SAW. Ia juga menjelaskan bahwa pembentukan karakter tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses yang panjang melalui pendidikan, keteladanan, dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Karakter diibaratkan sebagai benih yang harus ditanam, dirawat, dan dipelihara agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, keluarga dan lingkungan memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
Dalam dialog tersebut, Ia juga menyoroti tantangan perkembangan zaman, khususnya di era digital yang dinilai dapat memengaruhi pembentukan karakter generasi muda. Penggunaan gadget dan media digital yang berlebihan dinilai dapat membuat anak-anak semakin jauh dari interaksi sosial dan nilai-nilai moral dalam keluarga. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi orang tua dan pendidik untuk tetap hadir dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa terdapat beberapa langkah penting dalam menyemai benih karakter pada generasi muda, di antaranya melalui keteladanan, pembiasaan, dan lingkungan yang kondusif. Keteladanan dari orang tua maupun guru dinilai menjadi faktor utama karena anak cenderung meniru perilaku yang mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembiasaan sikap disiplin, jujur, santun, dan menghargai waktu juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter yang baik.
Menurutnya, lingkungan masyarakat juga memiliki peran besar dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda. Lingkungan yang positif, saling mendukung, dan mengapresiasi nilai-nilai kebaikan akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap sesama. Sebaliknya, lingkungan yang kurang baik dapat memengaruhi perkembangan moral dan perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir dialog, disampaikan bahwa pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Generasi yang memiliki integritas, empati, kerja keras, dan ketakwaan diyakini mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju dan bermartabat. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersama-sama berperan dalam menyemai nilai-nilai karakter demi terwujudnya generasi emas Indonesia di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....