Dosen Unair Soroti Bahaya Limbah Termal di Perairan
- 25 Mei 2025 16:15 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Pencemaran perairan tak lagi soal limbah padat atau cair. Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Nina Nurmalia Dewi menyoroti jenis pencemar lain yang tak kalah berbahaya, yakni limbah termal bersuhu tinggi.
Menurut Nina, limbah termal kerap luput dari perhatian, padahal dampaknya sangat serius terhadap ekosistem dan kehidupan biota laut. Ia menegaskan pentingnya penanganan cepat dan tepat agar pencemaran ini tidak berkembang menjadi ancaman lingkungan jangka panjang.
Limbah termal berasal dari industri dan pembangkit listrik yang membuang air bersuhu tinggi ke perairan. Peningkatan suhu air ini bisa mengganggu biota air dan mengubah kualitas air secara cepat.
“Peningkatan suhu air meningkatkan metabolisme biota air, tapi mengurangi kadar oksigen terlarut,akibatnya kebutuhan oksigen tak terpenuhi dan dapat menyebabkan kematian organisme," kata Nina, Sabtu (24/5/2025).
Nina menekankan perubahan kualitas air dapat memicu kematian biota dan mengganggu rantai makanan. Penurunan populasi predator puncak bisa merusak keseimbangan ekosistem akibat hilangnya organisme bawah trofik.
“Dampak sosial ekonomi pencemaran termal juga perlu diperhatikan. Penurunan hasil tangkapan ikan bisa mengancam mata pencaharian dan kesejahteraan masyarakat pesisir." ujarnya.
Nina menyatakan pengawasan regulasi yang ketat diperlukan agar pengolahan limbah termal berjalan sesuai aturan. Aturan tersebut tercantum dalam Permen LHK No. 6 Tahun 2021 tentang pengolahan limbah B3.
“Pemerintah harus memastikan setiap perusahaan memiliki AMDAL dan mengolah limbah secara tepat. Peran masyarakat dalam mengawasi proses ini juga sangat penting untuk mengatasi pencemaran termal,” ucapnya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....