Dosen UNAIR Soroti Ketegangan Pertemuan Presiden AS dan Ukraina

  • 10 Mar 2025 13:12 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada pekan lalu menarik perhatian dunia. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal perjanjian damai antara Ukraina dan Rusia. Namun, sangat disayangkan, pertemuan itu tidak berjalan lancar.

Menanggapi hal tersebut, Dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga (UNAIR), Radityo Dharmaputra, pada Minggu (9/3/2025), turut memberikan komentarnya. Menurutnya, pertemuan itu menunjukkan bagaimana pemerintah AS menilai cara Ukraina menarik simpati Presiden Trump, yaitu dengan bersikap tunduk dan menerima apa pun yang diinginkan oleh Trump.

"Presiden Ukraina, Zelensky, tidak bisa hanya diam, terutama karena banyaknya pernyataan problematik dan provokatif yang dikeluarkan oleh Wakil Presiden AS, JD Vance. Pernyataan-pernyataan Vance cukup membuatnya terpojok dalam pertemuan tersebut," ujar Radityo Dharmaputra.

"Jika Zelensky hanya diam, maka ia akan dianggap oleh warga Ukraina seolah-olah menyetujui pernyataan Vance," tambahnya.

Radityo juga menyebut bahwa pertemuan antara Zelensky dan Trump berujung pada kekacauan diplomatik yang merugikan semua pihak.

"Sikap Presiden Trump membuat banyak pihak frustrasi karena ia hanya memikirkan kepentingan AS secara transaksional. Sikap ini juga menunjukkan bahwa AS tidak peduli dengan kepentingan bersama atau suara dari negara-negara kecil," katanya.

Radityo menambahkan bahwa setelah pertemuan tersebut, Amerika Serikat menghentikan bantuannya kepada Ukraina.

"Keputusan yang diambil AS akan semakin menyulitkan Ukraina dalam menghadapi Rusia. Posisi Ukraina kini terjepit. Oleh karena itu, sebaiknya Ukraina lebih mengandalkan negara-negara Eropa daripada Amerika Serikat. Negara Paman Sam bukan lagi kekuatan hegemon yang dapat dipercaya dalam membantu perdamaian antara Rusia dan Ukraina," kata Radityo mengakhiri.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....