Kecup Bibir di Jersey, Simbol Makin Inklusifnya Sepak Bola
- 05 Sep 2026 16:10 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Kehadiran perempuan di tribun stadion menjadi bagian dari perubahan kultur sepak bola. Fenomena tersebut terlihat dalam perkembangan ekosistem suporter Persebaya memasuki musim Super League 2026/2027.
Dalam tiga musim terakhir, proporsi penonton perempuan di stadion Persebaya tercatat meningkat secara konsisten. Kondisi ini menunjukkan stadion mulai menjadi ruang yang lebih terbuka bagi berbagai kalangan.
“Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak perempuan yang memilih hadir langsung ke stadion untuk mendukung Persebaya. Stadion tidak lagi menjadi ruang yang hanya identik dengan suporter laki-laki, tetapi semakin berkembang menjadi ruang bagi keluarga dan komunitas dengan latar belakang yang lebih beragam,” ujar Arthur Rusli, Head of Business & Partnership DBL Indonesia.
Persebaya turut mendorong terciptanya pengalaman menonton yang lebih inklusif bagi suporternya. Salah satunya melalui kehadiran tribun khusus keluarga yang dapat digunakan perempuan dan anak-anak.
Perubahan karakter audiens tersebut turut tercermin melalui kerja sama Persebaya dengan Implora. Brand kecantikan perempuan itu menjadi salah satu sponsor yang hadir pada jersey Persebaya musim 2026/2027.
Kolaborasi tersebut tidak hanya menghadirkan logo Implora pada jersey tim. Di samping logo, terdapat aksen gambar kecup bibir yang terinspirasi dari karakter produk dan identitas dunia kecantikan.
Elemen kecup bibir memberikan sentuhan berbeda pada identitas jersey Persebaya musim ini. Simbol tersebut sekaligus mempertemukan ekspresi feminin dengan kultur sepak bola yang selama ini lekat dengan citra maskulin.
Implora memandang dukungan terhadap Persebaya juga datang dari sosok-sosok perempuan di sekitar pemain dan klub. Mulai dari istri, kekasih, ibu, kakak, adik, hingga para Bonita yang setia memberikan dukungan.
"Elemen kecupan bibir pada jersey merepresentasikan dukungan tulus dari para Bonita agar Persebaya terus melaju, dengan harapan besar di musim 2027 tim dapat kembali meraih prestasi dan membawa pulang piala ke Surabaya," ujar Rafael Raven Go, Chief Marketing Officer Implora.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan pendekatan Persebaya dalam membaca perkembangan karakter komunitas suporternya. Masuknya brand kecantikan perempuan menjadi salah satu bentuk inovasi dalam mengembangkan kerja sama komersial klub.
“Kehadiran beberapa brand dengan kategori berbeda dalam jersey Persebaya musim ini juga menjadi cerminan pendekatan profesional dalam pengelolaan klub. Persebaya tidak hanya membangun tim dari sisi teknis dan kompetisi, tetapi juga mengembangkan sisi komersial dan bisnis klub secara terstruktur,” tegas Arthur.
Pendekatan tersebut sejalan dengan visi profesionalisme yang sebelumnya disampaikan Presiden Persebaya Azrul Ananda. Pengelolaan klub diarahkan berjalan profesional dan berkelanjutan, baik dari sisi olahraga maupun bisnis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....