Membaca Peluang Timnas Indonesia di Piala AFF

  • 07 Agt 2026 16:54 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID. Surabaya – Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Vietnam dengan skor 0-3 di babak semifinal Piala AFF 2026 memicu gelombang kekecewaan publik sepak bola nasional. Hasil tersebut membuat posisi skuad Garuda berada dalam tekanan besar menjelang laga penentuan melawan Singapura yang akan menentukan nasib Indonesia di turnamen hari ini, Jum’at, 7 Agustus 2026. Timnas Indonesia kini berada dalam situasi “menang atau pulang”karena hasil imbang maupun kekalahan akan mengakhiri langkah Garuda di semifinal Piala AFF 2026.

Dalam program Dialog Aspirasi Pro 1 RRI Surabaya bertema “Membaca Peluang Timnas Indonesia di Piala AFF”, Jum’at, 7 Agustus 2026, pengamat sepak bola nasional Alief Syachviar menilai kekalahan dari Vietnam bukan sekadar hasil buruk, melainkan alarm serius bagi arah perkembangan Timnas Indonesia.

“Kekalahan 0-3 dari Vietnam tentu mengecewakan semua pihak. Ini bukan hanya soal skor, tetapi menunjukkan ada persoalan serius dalam organisasi permainan dan arah tim yang harus segera dibenahi. Sebab sepak bola bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga marwah bangsa Indonesia,” ujarnya.

Alief menjelaskan berdasarkan evaluasi yang dipaparkan dalam dialog, Indonesia kalah dalam sejumlah aspek penting pertandingan dengan skor akhir Indonesia 0 – 3 Vietnam. Padahal, Alief menilai kualitas individu pemain Indonesia sebenarnya cukup baik. Menurutnya, komposisi skuad saat ini sudah kompetitif dan memiliki kemampuan teknik yang memadai untuk bersaing di level Asia Tenggara.

“Saya melihat materi pemain Indonesia sebenarnya bagus. Banyak pemain punya skill individu yang baik, kecepatan, dan kemampuan teknik yang memadai. Karena itu, persoalan utama bukan semata kualitas pemain, tetapi ada di pelatih,” katanya.

Alief menilai kekalahan Timnas Indonesia dengan Vietnam, merupakan tamparan bagi dunia sepakbola nasional. Padahal, berdasarkan data, di tangan pelatih sebelumnya, yakni Shin Tae Young, Timnas Indonesia mampu meraih skor terbaiknya di piala AFF.

“Saat Shin Tae Young menjadi pelatih, performa Timnas Indonesia sangat luar biasa. Sebab yang ditempa tidak hanya fisik, namun juga mental dan psikis. Detail seperti memperhatikan pola makan, kegiatan pribadi hingga disiplin, menjadi kunci utama skuad Garuda bisa mengoptimalkan potensinya. Sehingga jika dilihat dari komposisi pemain, Timnas Indonesia ini harusnya sudah sepadan untuk melawan Thailand, Vietnam maupun Singapura,” jelasnya.

Kekalahan telak dari Vietnam memunculkan kritik keras terhadap kepemimpinannya. Alief menilai Herdman perlu bertanggung jawab atas hasil tersebut dan membuka ruang evaluasi total.

“Kalau melihat hasil dan perkembangan permainan, menurut saya John Herdman harus mundur. Materi pemain sudah baik, tetapi tim tidak menunjukkan perkembangan yang sepadan. Evaluasi menyeluruh harus dimulai dari pelatih kepala,” tegas Alief.

Ia menambahkan bahwa publik menaruh harapan besar kepada Timnas Indonesia, sehingga hasil buruk seperti kekalahan 0-3 dari Vietnam sulit diterima.

Akibat kekalahan dari Vietnam, Timnas Indonesia kini menghadapi laga hidup-mati melawan Singapura pada pertandingan penentuan menuju semifinal Piala AFF 2026. Berdasarkan situasi klasemen, Indonesia wajib meraih kemenangan untuk menjaga peluang lolos, sementara hasil imbang atau kalah akan membuat Garuda tersingkir dari turnamen. Alief menyebut pertandingan melawan Singapura akan menjadi ujian mental terbesar skuad Garuda.

“Pilihan Indonesia sekarang hanya dua: menang atau pulang. Tidak ada ruang untuk hasil imbang. Tekanan ini muncul akibat kekalahan telak dari Vietnam, sehingga laga melawan Singapura menjadi pertaruhan seluruh musim Timnas di Piala AFF,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia masih memiliki peluang untuk bangkit karena kualitas pemain cukup baik, namun dibutuhkan perubahan pendekatan dan keberanian mengambil keputusan besar.

“Pemain kita punya kualitas untuk menang dari Singapura. Tinggal apakah tim mampu bangkit secara mental dan apakah federasi berani mengambil keputusan yang terbaik untuk masa depan Timnas,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....