Yuran Fernandes Antar Persebaya Singkirkan Arema, Pelatih Puji Mental Pemain
- 05 Agt 2026 06:43 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Persebaya Surabaya memastikan langkah ke final Piala Presiden 2026 usai menundukkan rivalnya, Arema FC, dengan skor 1-0 pada laga semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa, 4 Agustus 2026.
- Gol tunggal Yuran Fernandes di penghujung babak pertama menjadi penentu kemenangan Bajul Ijo sekaligus mengantarkan mereka menantang Persib Bandung di partai puncak.
- Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengakui laga berlangsung sangat berat. Selain tingginya tensi pertandingan, ia menyebut kondisi fisik pemain menjadi tantangan tersendiri karena waktu pemulihan yang lebih singkat dibandingkan lawan.
RRI.CO.ID, Surabaya - Persebaya Surabaya memastikan langkah ke final Piala Presiden 2026 usai menundukkan rivalnya, Arema FC, dengan skor 1-0 pada laga semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa, 4 Agustus 2026. Gol tunggal Yuran Fernandes di penghujung babak pertama menjadi penentu kemenangan Bajul Ijo sekaligus mengantarkan mereka menantang Persib Bandung di partai puncak.
Laga berlangsung ketat sejak awal. Persebaya langsung mengambil inisiatif menyerang, namun beberapa peluang yang diciptakan belum mampu membuahkan gol. Arema juga sempat membobol gawang Persebaya, tetapi dianulir wasit karena offside.
Kebuntuan akhirnya pecah pada masa injury time babak pertama. Sundulan Yuran Fernandes pada menit ke-45+5 membawa Persebaya unggul 1-0 hingga turun minum. Memasuki babak kedua, pertandingan tetap berjalan dengan tensi tinggi.
Persebaya mampu menjaga keunggulan meski Arema beberapa kali berusaha menyamakan kedudukan. Situasi semakin menguntungkan Bajul Ijo setelah Arema harus bermain dengan 10 orang menyusul kartu merah yang diterima Diego Landis pada menit ke-66.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengakui laga berlangsung sangat berat. Selain tingginya tensi pertandingan, ia menyebut kondisi fisik para pemain menjadi tantangan tersendiri karena waktu pemulihan yang lebih singkat dibandingkan lawan.
"Ini adalah pertandingan yang sulit, terkadang terlalu banyak emosi dan banyak pelanggaran. Harus jujur, ini bukanlah permainan terbaik yang biasa kami tampilkan. Namun kami punya alasan, kami hanya memiliki waktu istirahat satu hari—jeda yang lebih singkat untuk persiapan dan pemulihan dibandingkan Arema," ujar Tavares.
Meski demikian, pelatih asal Portugal itu mengapresiasi semangat juang para pemainnya yang mampu bertahan hingga akhir pertandingan. "Pemain kami lelah, tetapi hari ini mereka bertindak sebagai ksatria dan menunjukkan sikap yang sangat baik. Sangat penting untuk mencetak gol terlebih dahulu. Kami sebenarnya memiliki lebih banyak peluang, sayangnya tidak ada gol kedua. Namun, saya sangat senang dengan kerja keras yang ditunjukkan tim hari ini," ujarnya.
Gelandang Persebaya, Rachmat Irianto, juga mengakui kondisi fisik menjadi tantangan utama dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, kelelahan membuat para pemain beberapa kali melakukan kesalahan yang seharusnya bisa dihindari.
"Ya, pertandingan yang tidak mudah dengan kondisi fisik yang sangat melelahkan. Karena kondisi tersebut, teman-teman banyak melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang sebenarnya tidak perlu,” ucap Rian.
Namun, menurutnya, Persebaya mampu menjaga fokus hingga peluit panjang dibunyikan dan memanfaatkan momentum untuk mengamankan kemenangan. "Malam ini teman-teman bisa memanfaatkan momentum sehingga kita bisa memenangkan pertandingan," katanya.
Kemenangan ini memastikan Persebaya melaju ke final Piala Presiden 2026 untuk menghadapi Persib Bandung pada Kamis, 6 Agustus 2026, sementara Arema FC akan menjalani laga perebutan tempat ketiga melawan Persija Jakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....