Futsal Series Perkuat Regenerasi dan Industri Futsal Nasional

  • 30 Jul 2026 11:31 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menilai penyelenggaraan Futsal Series menjadi contoh kolaborasi nyata antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam membangun ekosistem olahraga. Menurutnya, pembinaan prestasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Erick mengapresiasi konsistensi penyelenggara yang terus memperluas jangkauan kompetisi. Tahun ini, Futsal Series digelar di 40 kota untuk tingkat SMA dan mencatat antusiasme penonton yang tinggi.

Ia menyebut salah satu seri bahkan mampu menarik sekitar 39 ribu penonton. Secara rata-rata, setiap kota dikunjungi sekitar 20 ribu penonton yang membeli tiket pertandingan.

"Tidak mungkin yang namanya pertumbuhan olahraga dari sisi prestasi atau industri hanya pemerintah saja. Harus ada kepanjangan tangan, kolaborasi dari pihak swasta dan juga masyarakat yang ikut berpartisipasi," ujar Erick.

Menurut Erick, tingginya animo penonton menunjukkan dampak ekonomi yang dihasilkan sebuah kompetisi olahraga. Selain itu, kejuaraan juga memperluas basis pencarian talenta muda, termasuk skuad Timnas Futsal Indonesia.

"Regenerasi di timnas futsal terutama harus terus berjalan. Saya berharap kesinambungan antara grassroot, tim nasional, dan industri bisa jalan berkesinambungan," lanjutnya.

Erick berharap prestasi futsal Indonesia terus meningkat setelah kini menempati peringkat kedua Asia dan posisi ke-14 dunia. Targetnya, Indonesia mampu menjaga posisi di papan atas Asia sekaligus menembus 10 besar dunia.

Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk mewujudkan target tersebut. Dari sekitar 300 juta penduduk, sekitar 73 persen menyukai sepak bola, sementara sekitar 60 juta merupakan kalangan muda yang menjadi sumber regenerasi atlet.

Menurut Erick, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi pembinaan. Ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak hanya mengejar hasil instan, melainkan membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.

"Jangan ngos-ngosan. Biasanya kita selalu mikir quick win, tidak mau maraton. Padahal sinergisitas itu pasti maraton," tegasnya.

Di sisi lain, Erick memastikan pemerintah terus mendukung penyelenggaraan event olahraga melalui kemudahan perizinan. Kementerian Pemuda dan Olahraga juga tengah mendorong sistem perizinan terpadu agar proses penyelenggaraan kompetisi lebih cepat dan efisien.

Ia menegaskan olahraga tidak lagi dipandang sebagai beban anggaran semata. Menurutnya, setiap penyelenggaraan event mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui pajak, penyewaan venue, hingga aktivitas pelaku UMKM di sekitar lokasi pertandingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....