Persebaya Gelar Penghormatan untuk Andie Peci Laga Perayaan Ke-99
- 20 Jul 2026 07:01 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Persebaya Surabaya menuntaskan laga 99th Anniversary Game melawan PSIS Semarang dengan hasil imbang 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu 19 Juli 2026. Bukan hanya pertandingan, dalam laga ini tim juga memberikan penghormatan bagi mendiang Andy Kristiantono atau Andie Peci.
Penghormatan ini ditunjukkan dengan penggunaan pita hitam di lengan pemain, momen mengheningkan cipta sebelum pertandingan, dan ditutup dengan pemutara video tribute to Andie Peci. Selain tim, suporter juga memberikan penghormatan dengan membentangkan spanduk berwajah mendiang maupun kata-kata.
Usai pertandingan panpel memutar beberapa potongan video perjuangan Andie Peci mengembalikan pengakuan terhadap Persebaya. Berkali-kali suporter yang hadir dibuat kagum melihat semangat perjuangan mendiang.
Manajer Persebaya, Sidik Maulana Tualeka mengatakan, kegiatan tersebut merupakan penghormatan atas jasa besar untuk eksistensi Persebaya. Menurutnya, Andie Peci merupakan figur penting dalam kembali diakuinya Persebaya saat ini oleh PSSI.
"Ini adalah adalah salah satu manifestasi dari klub yang tidak pernah melupakan kepada orang-orang yang pernah berjasa kepada tim ini. Mas Andie Peci adalah salah satu yang sangat fenomenal. Dia mengisi part demi part di sejarah panjang Persebaya," kata pria yang akrab disapa Alex itu.
Alex juga melihat perjuangan yang dilakukan oleh mendian Andie Peci murni karena rasa cinta terhadap Persebaya. Di mana, Andie Peci tetap memperjuangkan Persebaya di tengah dualisme yang terjadi saat itu.
Selain itu, kata Alex, secara kepribadian Andie Peci merupakan sosok pecinta kedamaian dan ingin menjadikan Surabay sebagai poros masuknya seluruh suporter di Indonesia. Menurutnya, apa yang ditunjukkan oleh mendiang harus dikenang dan diikuti oleh seluruh pecinta sepak bola.
"Itu gagasan yang bisa kita lihat dari semua pernyataan dan perkataan Mas Andie selama ini. Bagaimana dia bisa menyatakan rasa duka cita yang mendalamnya saat terjadi peristiwa di Kanjuruhan, bagaimana dia bisa mencerminkan rasa kekecewaan saat di tribun menyanyikan lagu rasis, kebencian, yang menurut dia itu sangat jauh dari nilai-nilai sportivitas. Jadi, mari kita belajar dari banyak hal yang sudah dilakukan oleh Mas Andie," ujarnya.
Senada dengan Alex, Rachmat Irianto salah satu pemain mengaku merasakan kehadiran Andie Peci sebagai sosok penyelamat tim sehingga bisa kembali diakui dan kembali ke kompetisi resmi. Berkat mendiang ia saat itu akhirnya merasakan debut pertama bermain di kompetisi resmi.
"Saya berterima kasih kepada Mas Andie Peci sudah memperjuangkan semua ini untuk Persebaya kembali bergulir di Liga Indonesia," ungkap Rian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....