Tim Medis Persebaya Andalkan Data untuk Atur Beban Latihan

  • 18 Jul 2026 17:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Persebaya Surabaya terus mengoptimalkan pendekatan sports science dalam mempersiapkan tim menghadapi 99th Anniversary Game melawan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu, 19 Juli 2026. Selain menggenjot aspek teknis, taktis, dan fisik, Green Force juga memantau kondisi pemain setiap hari melalui instrumen khusus yang menjadi acuan penyusunan program latihan.

Tim medis bersama staf pelatih secara rutin mengumpulkan data kesiapan dan tingkat kelelahan pemain melalui dua jenis kuesioner, yakni wellness questionnaire sebelum latihan serta Rate of Perceived Exertion (RPE) setelah sesi latihan berakhir. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga performa pemain sekaligus menekan risiko kelelahan maupun cedera.

Dokter tim Persebaya, dr. Hansel, menjelaskan setiap pemain wajib mengisi kedua instrumen tersebut pada setiap sesi latihan agar tim pelatih memperoleh gambaran kondisi pemain secara menyeluruh.

"Di Persebaya, setiap pemain mengisi dua jenis kuesioner secara rutin. Yang pertama adalah wellness questionnaire sebelum latihan, dan yang kedua adalah kuesioner RPE setelah latihan. Secara umum, kedua instrumen ini digunakan untuk memantau kondisi pemain sebelum dan sesudah menjalani sesi latihan," katanya, dikutip dari laman klub, Sabtu, 18 Juli 2026.

Menurut Hansel, wellness questionnaire berfungsi mengukur tingkat kesiapan pemain sebelum berlatih. Data yang dikumpulkan meliputi kualitas tidur, tingkat kelelahan, kondisi otot, suasana hati, hingga proses pemulihan setelah aktivitas sebelumnya.

Informasi tersebut kemudian dianalisis oleh tim medis bersama staf pelatih sebagai dasar menentukan kesiapan pemain sebelum mengikuti latihan. Sementara itu, kuesioner RPE digunakan untuk mengetahui seberapa berat intensitas latihan yang dirasakan pemain berdasarkan penilaian subjektif mereka.

"Kuesioner wellness yang diisi pemain sebelum latihan digunakan oleh tim medis dan tim pelatih untuk mengetahui tingkat kesiapan pemain dalam menjalani sesi latihan. Melalui data tersebut, kami bisa melihat bagaimana proses pemulihan yang dilakukan pemain di rumah, apakah ada keluhan tertentu, serta bagaimana kondisi fisik mereka sebelum memasuki lapangan," ucapnya.

"Kuesioner RPE digunakan untuk mengukur tingkat kelelahan atau beban latihan yang dirasakan pemain setelah menjalani sesi latihan. Penilaian ini sepenuhnya berasal dari persepsi pemain terhadap intensitas latihan yang mereka jalani," tambahnya.

Hansel mengatakan kombinasi kedua data tersebut membantu pelatih mengevaluasi apakah beban latihan yang diberikan sudah sesuai dengan target. Apabila terdapat perbedaan antara intensitas yang direncanakan dan yang dirasakan pemain, tim pelatih dapat segera melakukan penyesuaian.

"Apabila dari hasil wellness questionnaire diketahui ada pemain yang belum berada dalam kondisi optimal untuk berlatih, maka tim pelatih dapat menyesuaikan program latihan secara individual, baik dengan menurunkan intensitas maupun mengurangi volume latihan sesuai kebutuhan pemain tersebut," katanya.

Ia menambahkan, pemantauan harian menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan performa dan proses pemulihan pemain selama masa pramusim. Dengan data tersebut, tim pelatih dapat memastikan setiap program latihan berjalan lebih efektif dan sesuai kondisi masing-masing pemain.

"Data ini sangat penting karena tim pelatih sudah merancang setiap sesi latihan dengan target intensitas tertentu. Setelah latihan selesai, pemain akan memberikan penilaian apakah intensitas yang mereka rasakan sesuai dengan yang direncanakan atau tidak," jelasnya.

Pendekatan berbasis data itu menjadi salah satu modal Persebaya dalam menyongsong laga anniversary menghadapi PSIS Semarang. Melalui pemantauan kondisi pemain secara menyeluruh, Green Force berharap dapat tampil dengan kebugaran optimal di hadapan Bonek dan Bonita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....