Dari Akademi hingga Tim Utama, Dicky Kurniawan Kembali ke Persebaya

  • 24 Jun 2026 12:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Kepulangan Dicky Kurniawan Arifin menjadi salah satu cerita menarik di balik perkenalan lima pemain anyar Persebaya untuk menghadapi Super League 2026/2027. Bagi pemain kelahiran Surabaya tersebut, kembali mengenakan seragam Green Force berarti kembali ke klub yang memiliki peran besar dalam perjalanan kariernya sejak usia muda.

Dicky merupakan produk pembinaan sepak bola Surabaya yang tumbuh melalui berbagai jenjang akademi sebelum menembus level profesional. Ia pernah menimba ilmu di Akademi Assyabaab dan Bintang Timur Surabaya sebelum akhirnya bergabung dengan Persebaya kelompok usia muda.

Perjalanan bersama Persebaya mulai mencuri perhatian saat Dicky menjadi bagian skuad yang menjuarai Piala Soeratin 2018. Penampilan gemilangnya sepanjang turnamen juga mengantarkannya meraih predikat Pemain Terbaik.

"Saya pernah menjadi bagian dari Persebaya U-16 pada 2018. Saat itu kami berhasil menjadi juara di Blitar. Itu menjadi salah satu momen yang sangat berkesan dalam perjalanan saya bersama Persebaya," kata Dicky, dikutip dari laman Persebaya, 24 Juni 2026.

Penampilan konsisten di level junior membuka jalan bagi Dicky untuk menembus tim utama Persebaya pada Maret 2021. Saat itu ia promosi bersama sejumlah talenta muda potensial yang diproyeksikan menjadi masa depan klub.

Setelah sempat melanjutkan karier di luar Surabaya, kesempatan kembali ke Persebaya datang pada musim ini. Tawaran tersebut langsung disambut positif karena ia merasa memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan klub kebanggaan Bonek dan Bonita tersebut.

"Saya tentu sangat bangga dan bahagia ketika kembali mendapat kesempatan dari Persebaya. Begitu mendapat kabar, orang pertama yang saya hubungi adalah keluarga di rumah. Setelah itu saya langsung mantap menerima tawaran ini," ujarnya.

Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang menguatkan keputusan Dicky untuk pulang ke Surabaya. Sosok ayah disebut memiliki peran besar dalam perjalanan sepak bolanya sejak masih kecil.

"Saat pertama kali mengetahui ada ketertarikan dari Persebaya, saya langsung menghubungi bapak. Beliau adalah sosok yang pertama kali mengajarkan saya bermain sepak bola. Respons beliau sangat positif dan meminta saya untuk kembali ke Persebaya," jelasnya.

Bagi Dicky, Persebaya memiliki makna lebih dari sekadar tempat bekerja sebagai pesepak bola profesional. Klub tersebut juga menjadi lingkungan yang memberinya kenyamanan dan rasa kekeluargaan selama berkembang sebagai pemain.

"Di Persebaya, saya tidak hanya mendapatkan tempat untuk berkembang sebagai pemain, tetapi juga merasakan kebersamaan seperti keluarga. Itu yang membuat klub ini selalu memiliki tempat spesial di hati saya," terangnya.

Kini Dicky kembali dengan pengalaman yang lebih matang setelah melewati berbagai tantangan di kompetisi profesional. Statusnya juga berubah dari pemain muda potensial menjadi sosok yang diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi tim.

"Sekarang saya kembali dengan status pemain senior. Tentu saya berharap bisa mengulang kesuksesan yang pernah dirasakan saat di kelompok usia muda, bahkan dengan pencapaian yang lebih besar bersama tim utama," tegasnya.

Optimisme tersebut didukung performa positif yang ditunjukkan Dicky sepanjang musim lalu. Dari 21 penampilan di Super League, ia berhasil mencatatkan dua gol dan enam assist yang menunjukkan kualitasnya dalam membantu permainan tim.

Dengan bekal pengalaman dan kepercayaan diri yang semakin matang, Dicky siap menghadapi tantangan baru bersama Persebaya. Ia berharap dapat kembali merasakan kesuksesan bersama klub yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan karier sepak bolanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....