MLSC Surabaya Seri 2 Lahirkan Juara Baru lewat Adu Penalti

  • 17 Mei 2026 19:40 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026 resmi berakhir pada Minggu 17 Mei 2026. Ajang sepak bola putri usia dini yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife itu diikuti 1.620 siswi dari 78 SD dan MI di Surabaya dan sekitarnya.

Sebanyak 73 tim kategori KU 10 dan 77 tim kategori KU 12 bersaing memperebutkan gelar juara. Hasilnya, SDN Pacarkeling V/186 B keluar sebagai juara KU 12, sementara SDN Manukan Kulon menjadi kampiun KU 10.

Final KU 12 berlangsung dramatis. SDN Pacarkeling V/186 B memastikan gelar juara setelah menang 6-5 atas SDN Manukan Kulon melalui adu penalti usai bermain imbang 1-1 di waktu normal. Pertandingan bahkan harus ditentukan lewat mekanisme coin toss setelah kedua tim tetap imbang 5-5 dalam adu penalti awal.

SDN Manukan Kulon sempat unggul lebih dulu melalui gol cepat Emily Zitara pada menit kelima. Namun, SDN Pacarkeling V/186 B berhasil menyamakan skor lewat tendangan keras Locita Waranggaini Olah Nismara pada menit ke-19.

Di babak penentuan, Darleine Maryam Khairunisa menjadi penentu kemenangan SDN Pacarkeling V/186 B setelah sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor. Kemenangan itu sekaligus menggagalkan ambisi SDN Manukan Kulon meraih gelar ganda di KU 10 dan KU 12.

Pelatih SDN Pacarkeling V/186 B, Septyan Kurnia Hardiantoro, mengatakan keberhasilan timnya tidak lepas dari persiapan panjang yang dilakukan para pemain. “Ini hasil kerja keras kami dengan latihan jangka panjang. Pulang sekolah langsung lanjut latihan,” ujarnya.

Sementara itu, Locita yang terpilih sebagai Best Player KU 12 mengaku semangat pantang menyerah menjadi kunci kebangkitan timnya. “Waktu ketinggalan 0-1 saya gak menyerah. Kita kejar terus sampai akhirnya penalti dan menang,” kata Locita.

Di kategori KU 10, SDN Manukan Kulon tampil sebagai juara setelah mengalahkan SDN DR. Sutomo V/327 lewat adu penalti. Laga berlangsung sengit karena SDN Manukan Kulon sempat tertinggal 1-3 sebelum akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 3-3 hingga waktu normal berakhir.

Keyvara Malayeka menjadi bintang kemenangan SDN Manukan Kulon setelah mencetak hat-trick, termasuk dua gol penyeimbang di babak kedua. “Pelatih minta jangan menyerah, usaha terus dan mengejar gol sampai akhirnya berhasil,” ujar Keyvara usai pertandingan.

Head Coach MLSC, Jacksen Ferreira Tiago, menilai kualitas pemain putri Surabaya terus berkembang berkat ekosistem sepak bola yang semakin matang. Ia berharap kompetisi berjenjang seperti MLSC mampu melahirkan lebih banyak talenta sepak bola putri Indonesia di masa depan.

"Potensi anak-anak Surabaya itu sangat besar sekali. Kalau saya melihat individu-individu yang ada, begitu dikumpulkan menjadi satu tim dan dilatih dengan baik, akan bisa bersaing dengan sangat luar biasa," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....