Pengamat: Geopolitik Memanas, Piala Dunia Tetap Aman
- 12 Mei 2026 22:43 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pengamat sepak bola Alief Syachviar menilai penyelenggaraan FIFA World Cup 2026 hampir dipastikan tetap berjalan aman. Alief Syachviar menilai hampir 100 persen Piala Dunia berlangsung aman, meski dunia tengah menghadapi berbagai konflik geopolitik.
Menurut Alief, sejarah panjang penyelenggaraan Piala Dunia menunjukkan ajang tersebut tetap berlangsung normal meskipun situasi politik internasional memanas. “Mungkin 95 sampai 98 persen ajang Piala Dunia akan berjalan dengan baik, karena sejarah Piala Dunia memang baik-baik saja,” ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia mencontohkan, pada masa lalu berbagai perang dunia maupun konflik internasional tetap tidak mengganggu pelaksanaan turnamen sepak bola terbesar tersebut. Bahkan saat Perang Dingin berlangsung, kompetisi sepak bola dunia tetap berjalan tanpa hambatan berarti.
“Ketika Amerika menyerbu Vietnam atau saat Perang Dingin, Piala Dunia tetap berlangsung dan tidak ada masalah,” kata Alief. Menurutnya, gangguan akibat konflik internasional justru lebih sering terjadi dalam penyelenggaraan Olimpiade dibandingkan Piala Dunia.
Hal itu karena Piala Dunia biasanya memiliki sistem keamanan dan koordinasi internasional yang sangat ketat. Selain faktor sejarah, Alief menilai lokasi penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang jauh dari wilayah konflik juga menjadi alasan kuat turnamen tetap aman digelar.
Ia menyebut dinamika geopolitik saat ini tidak memiliki dampak langsung terhadap lokasi pertandingan. “Penyelenggaraan Piala Dunia kali ini jauh dari lokasi perang, sehingga hampir tidak mungkin ada peristiwa yang mengganggu jalannya turnamen,” ujarnya.
Alief menambahkan, risiko gangguan mungkin lebih besar apabila turnamen digelar di kawasan Timur Tengah yang sedang mengalami ketegangan militer. Namun kondisi tersebut tidak berlaku untuk tuan rumah saat ini.
Ia juga optimistis faktor keamanan dari tuan rumah, terutama United States, telah dipersiapkan secara maksimal. Hal itu dilakukan ntuk menjamin keselamatan seluruh peserta dan penonton.
“Tidak usah ada gambaran negatif atau ketakutan berlebihan hanya karena faktor perang. Karena sepak bola berbeda dengan konflik politik,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....