Kisah Bonek Istimewa, Rasakan Permainan Persebaya Melalui Hati
- 03 Mei 2026 17:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Riuhnya suara bonek yang menggema sepanjang pertandingan kala Persebaya jumpa PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada Sabtu sore, 2 Mei 2026, turut dirasakan oleh tiga bonek istimewa. Mereka adalah bonek tuna netra, Dewa, serta kakak beradik Brian dan Ade.
Pergerakan bola, posisi pemain, hingga arah serangan diterjemahkan melalui papan taktik yang bisa diraba. Di atas permukaan sederhana itu, alur permainan hidup mengalir dari sisi ke sisi, berpindah dari kaki ke kaki, dibantu narasi suara para pendamping yang terus membisikkan jalannya pertandingan.
Ketika gol tercipta, ketiganya larut dalam euforia. Mereka berdiri, bersorak, merayakan momen yang sama dengan puluhan ribu Bonek lainnya. Dalam gemuruh itu, batas antara “melihat” dan “merasakan” seakan lenyap.
"Dengan alat itu, kami bisa merasakan bagaimana pergerakan bola, dari sisi ke sisi, termasuk situasi seperti tendangan pojok. Jadi bukan hanya membayangkan, tapi juga bisa diraba," katanya.
Bagi Dewa, ini adalah kali kedua ia datang merasakan langsung atmosfer stadion. Setiap kedatangannya, selalu menghadirkan rasa haru, terutama saat tim kebanggaannya kembali menemukan performa terbaik.
"Hari ini saya senang sebagai pendukung Persebaya, tim kebanggaan saya. Kalau boleh jujur, beberapa waktu terakhir performanya sempat menurun. Namun Alhamdulillah, hari ini terasa istimewa karena meraih tiga kemenangan berturut-turut," lanjutnya.
Meski memiliki keterbatasan, kecintaannya kepada klub kebanggaan Arek Suroboyo itu tetap terjaga. Dengan bantuan teknologi pembaca layar di ponselnya, Dewa mengikuti setiap perkembangan tim, membaca berita, dan menyerap informasi sepak bola dari berbagai sumber.
"Setiap hari saya update berita bola, dalam dan luar negeri. Semua dibantu pembaca layar," tuturnya.
Ada satu nama yang begitu ia kagumi di lapangan yakni Francisco Rivera. Bagi Dewa, pemain asal Meksiko itu adalah gambaran kualitas dan konsistensi, sosok yang mampu memberi warna di setiap pertandingan.
"Semoga dia bisa menjaga stamina dan terus membantu Persebaya meraih gelar juara," kata Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.

Bonek tuna netra Brian dan Ade bersama pendamping (Foto: RRI/Agustin)
Lebih dari sekadar hasil pertandingan, Dewa melihat Persebaya sebagai klub yang terus bertumbuh. Ia menyaksikan, dengan caranya sendiri, bagaimana talenta-talenta muda bermunculan dan mengisi skuad Bajol Ijo dari musim ke musim.
“Harapannya, manajemen bisa terus memperkuat tim, baik dari akademi maupun pemilihan pemain. Termasuk rencana IPO, semoga bisa memperluas jangkauan dan memperkuat klub," ungkapnya.
Di balik semua itu, ada harapan yang sederhana namun bermakna besar. Dewa ingin lebih banyak ruang dibuka, lebih banyak kesempatan diberikan, agar teman-teman penyandang disabilitas bisa merasakan atmosfer stadion secara langsung.
Sebab bagi mereka, menjadi Bonek bukan sekadar hadir di tribun menyaksikan pertandingan. Ini tentang rasa memiliki, tentang cinta yang tumbuh dan tetap menyala bahkan dalam gelap sekalipun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....