Forum Sepak Bola Jatim Tuntut Percepatan Kongres Pemilihan

  • 01 Mei 2026 19:02 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Desakan percepatan Kongres Pemilihan PSSI Jawa Timur tak hanya dipicu soal kepemimpinan, tetapi juga kekhawatiran terhadap stabilitas pembinaan sepak bola di daerah. Forum Silaturahmi Sepak Bola Jawa Timur yang berisi Askab, Askot, dan klub menilai ketidakpastian ini berpotensi mengganggu program jangka panjang, termasuk kesiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Calon Ketua Umum PSSI Jawa Timur, Raja Siahaan, menyebut aspirasi mayoritas pemangku kepentingan mengarah pada percepatan kongres agar organisasi segera berjalan normal kembali.

“Saya sepakat dengan itu, karena bagi saya, semakin cepat kongres digelar, semakin baik. Namun kita tetap menghormati langkah Plt Asprov Jawa Timur yang akan mengirim surat ke PSSI Pusat untuk meminta kepastian jadwal,” ujar Raja.

Ia menjelaskan, komunikasi dengan Plt Ketua PSSI Jatim, Khairul Anwar, telah dilakukan dan menghasilkan rencana pengiriman surat resmi ke PSSI Pusat pada 5 Mei 2026. Sesuai statuta, PSSI Pusat memiliki waktu 14 hari untuk memberikan respons yang nantinya menjadi dasar langkah lanjutan.

Di sisi lain, kegelisahan juga disuarakan Forum Silaturahmi Sepak Bola Jawa Timur. Juru bicara forum, Saiful Anwar, menilai situasi organisasi semakin tidak kondusif, terutama akibat penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) yang dianggap melenceng dari aturan.

“Penunjukan kepengurusan oleh Plt jelas melanggar. Seharusnya itu kewenangan Ketua Umum PSSI yang definitif. Ini yang membuat situasi semakin tidak kondusif,” tegas Saiful.

Menurutnya, satu-satunya jalan keluar adalah mempercepat pelaksanaan kongres, mengingat banyak kepengurusan di daerah yang segera berakhir masa jabatannya.

“Kalau kongres tidak segera dilaksanakan, kami siap bergerak ke Jakarta. Ini serius, bukan ancaman. Kami ingin kepastian,” katanya.

Saiful juga mengingatkan potensi dampak luas jika polemik terus berlarut, termasuk kemungkinan terganggunya pelaksanaan Porprov hingga merembet ke cabang lain.

“Kalau sampai sepak bola diboikot, dampaknya bisa merembet ke futsal dan sepak bola putri. Ini bisa kacau,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua PSSI Kabupaten Pamekasan, Abdul Rozak, yang menyatakan kesiapan mobilisasi massa sebagai bentuk dorongan kepada PSSI Pusat.

“Kami sepakat akan berangkat ke Jakarta. Saya pribadi menyiapkan 20 bus. Setiap Askab juga siap mengirimkan sekitar 200 orang,” ungkap Rozak.

Ia menilai penundaan kongres serta maraknya penunjukan Plt berpotensi menghambat jalannya organisasi dan program pembinaan di daerah.

“Seharusnya setelah proses pencalonan selesai, kongres tinggal dilaksanakan. Tapi justru diundur dan muncul Plt di mana-mana. Ini berbahaya bagi organisasi,” tegasnya.

Forum memastikan akan terus mengawal proses hingga kongres digelar dan kepengurusan definitif terbentuk, dengan harapan PSSI Pusat segera memberikan kepastian demi menjaga keberlangsungan sepak bola di Jawa Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....